Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Utamakan Keselamatan Kerja, Mahasiswa Polbangtan Kementan Pelajari Mitigasi Risiko Kebakaran

Yogi Isti Pujiaji • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:15 WIB
SIAP SIAGA: Mahasiswa Polbangtan Yoma latihan penanganan kebakaran menggunakan apar, di kampus Jurusan Peternakan, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026). (ISTIMEWA)
SIAP SIAGA: Mahasiswa Polbangtan Yoma latihan penanganan kebakaran menggunakan apar, di kampus Jurusan Peternakan, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026). (ISTIMEWA)

 

MAGELANG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mendukung profesionalisme lulusan. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan mitigasi risiko kebakaran sebagai bagian dari penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sektor peternakan bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma).

Kegiatan yang berlangsung di kampus Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini diikuti oleh mahasiswa tingkat I dan II. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kebakaran serta praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan dalam menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan kerja.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya membangun kompetensi generasi muda sebagai penerus pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian memerlukan keterlibatan aktif generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda secara berkelanjutan agar mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. "Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing," ujar Idha.

Penguatan kapasitas mahasiswa dalam aspek K3 menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan Kementan untuk membentuk lulusan yang siap kerja dan memiliki kemampuan mitigasi risiko di lingkungan usaha pertanian maupun peternakan.

Hadir sebagai narasumber, Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Korban UPT Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Magelang Edy Priyanta menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar dalam pencegahan dan penanganan kebakaran. "Kesigapan serta pemahaman penggunaan APAR menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko dan kerugian saat terjadi kebakaran," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan Yoma Acep Perdianan mengatakan bahwa materi yang diberikan mencakup protokol mitigasi risiko dan penanganan keadaan darurat di fasilitas peternakan. "Fokus utama pelatihan meliputi identifikasi bahaya, penerapan standar pencegahan kebakaran, serta manajemen evakuasi ternak dan manusia di lingkungan usaha peternakan," ujarnya (04/06/26).

Acep berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan budaya keselamatan kerja serta mampu menerapkan standar mitigasi bencana di sektor peternakan ketika terjun ke dunia kerja nantinya.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#Polbangtan YoMa #Magelang #kementan #Mitigasi