JOGJA - DIY mencatat prestasi di bidang pendidikan sebagai urutan pertama dalam rata-rata nilai tes kemampuan akademik (TKA) 2026. Meski membanggakan, capaian tersebut menjadi perhatian bagi dewan pendidikan di Kota Jogja.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Jogja Khamim Zarkasih Putro mengatakan, prestasi yang diraih oleh DIY dalam TKA 2026 memang menjadi kebanggaan. Namun di lain sisi, hal tersebut wajib menjadi perhatian bagi pemerintah agar menciptakan formula untuk mempertahankan.
“Mengejar kejuaraan, oke. Tapi, mempertahankan yang kadang-kadang memang membutuhkan strategi agar staminanya bisa tetap kuat,” ujar Khamim saat dikonfirmasi Senin (1/6).
Baca Juga: Alasan Munculnya 73 Titik Api di Rumah Warga Seyegan Diduga karena Adanya Gas Hidrogen
Menurutnya, ada berbagai macam metode yang bisa dilakukan pemerintah kota (pemkot) untuk mempertahankan maupun meningkatkan prestasi para siswa. Misalnya dengan lomba cerdas cermat yang mampu mendorong pelajar untuk berpikir secara cepat dan tepat.
Khamim menyebut, metode pembelajaran melalui cerdas cermat untuk saat ini memang mulai ditinggalkan. Lantaran kecenderungan dunia pendidikan yang mulai menekanan pendekatan melalui teknologi.
“Sehingga sesuatu sudah sudah lama seolah-olah tidak konek dengan inovasi-inovasi sekarang yang mungkin serba IT. Padahal itu bisa menjadi variasi,” bebernya.
Selain menekankan pentingnya menyiapkan strategi untuk mempertahankan prestasi. Pengajar di UIN Sunan Kalijaga ini juga memberi catatan tentang pentingnya bagaimana pemerintah memeratakan kualitas sekolah.
Lantaran menurutnya, saat ini di Kota Jogja bahkan DIY masih ada persoalan sekolah yang menonjol hanya ada di beberapa lembaga pendidikan saja. Sementara yang lain masih kurang menonjol atau dalam kategori di bawah rata-rata.
“Pemerataan pendidikan juga menjadi masalah. Kesenjangan-kesenjangan sekolah yang saat ini masih ada mudah-mudahan bisa terjawab,” pesan Khamim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengaku belum bisa bicara banyak terkait dengan hasil TKA 2026. Lantaran pihaknya sampai saat ini belum menerima hasil resmi terkait dengan hal tersebut. “Saya tidak berani menyimpulkan atau mengklaim, karena belum ada data yang valid tentang hasil TKA masing-masing kabupaten/kota,” jelas Budi.
Sesuai data Kemendikdasmen yang dirilis, DIY meraih urutan pertama untuk hasil TKA di jenjang SD dan SMP. Untuk rerata di jenjang SD nilai yang didapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia 75,14 dan Matematika 61,64. Kemudian di jenjang SMP, Bahasa Indonesia meraih nilai rata-rata 73,74 dan Matematika 51,65. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita