Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lewat Edukasi Digital, Duta Polbangtan Kementan Siap Promosikan Pertanian Modern kepada Generasi Muda

Yogi Isti Pujiaji • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:07 WIB
TELADAN : Duta Polbangtan Kementan mengenalkan lingkungan kampus Polbangtan Yoma di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, kepada mahasiswa tamu dari kampus lain.(ISTIMEWA)
TELADAN : Duta Polbangtan Kementan mengenalkan lingkungan kampus Polbangtan Yoma di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, kepada mahasiswa tamu dari kampus lain.(ISTIMEWA)

 

MAGELANG – Duta Polbangtan/PEPI yang mewakili Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mulai menjalankan peran mereka. Mengajak generasi muda berkarya di sektor pertanian modern.

Dua mahasiswa Polbangtan Yoma Farid Amalia Shobhikul Anam dan Fitria Salwa Faiha’, resmi dilantik sebagai Duta Polbangtan/PEPI 2026 pada 21 Mei lalu. Dalam ajang tersebut, Fitria Salwa Faiha’ berhasil meraih Terbaik II kategori mahasiswi.

Mengawali perannya sebagai duta Polbangtan/PEPI, Salwa aktif melakukan kampanye edukasi untuk mengajak generasi muda terlibat di sektor pertanian dan peternakan. 

Melalui media sosial, mahasiswi asal Magelang tersebut mengenalkan berbagai aktivitas pertanian yang menarik dan menyenangkan di lingkungan kampus.

Menurut Salwa, ajang pemilihan duta Polbangtan/PEPI menjadi wadah yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi dirinya untuk mendorong lebih banyak generasi muda berkontribusi membangun pertanian nasional.

Ajang yang diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian ini bertujuan menggugah minat generasi muda agar berperan aktif dalam sektor pertanian modern, mempromosikan keberhasilan wirausaha muda agribisnis, serta memperluas pandangan mengenai prospek pertanian yang menjanjikan.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda sebagai penggerak pembangunan pertanian di daerah.

“Kami ingin mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” tutur Idha.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya sumber daya manusia unggul dalam mendukung pertanian modern berbasis teknologi dan inovasi.

“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,” ujar Mentan Amran.

Kementerian Pertanian terus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan.

Ditemui di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026), Salwa mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempersiapkan program LIVES (TOcK), sebuah edukasi digital di bidang peternakan dan pertanian.

“Program ini dibuat untuk mematahkan stigma negatif tentang dunia peternakan dan pertanian yang selama ini dipandang sebagai sektor 3D, yaitu dirty, difficult, dan dangerous,” jelasnya.

Ia bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti ajang tahunan tersebut karena menjadi ruang belajar sekaligus bertukar pengalaman dengan mahasiswa perguruan tinggi vokasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Ke depan, Salwa juga berencana memperkuat sinergi bersama para duta Polbangtan/PEPI lainnya untuk menginspirasi lebih banyak anak muda agar bangga terjun ke sektor pertanian.

“Ajang ini bukan sekadar menginspirasi generasi muda, tetapi juga bagaimana memberikan dampak nyata dalam pemecahan masalah sektor pertanian dan menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan pertanian,” ungkap Salwa.

Wakil Direktur III Polbangtan Yoma Abu Zaenal Zakariya menyampaikan apresiasinya atas capaian mahasiswa tersebut sekaligus menaruh harapan besar agar Duta Polbangtan dapat menjadi role model bagi generasi muda.

“Kami berharap duta Polbangtan dapat menjadi role model, memberikan informasi kepada generasi muda dan masyarakat tentang keberadaan Polbangtan sebagai pendidikan tinggi vokasi Kementerian Pertanian. Sekaligus terjun langsung mendukung pembangunan pertanian,” tuturnya.

Ia berharap para duta Polbangtan/PEPI mampu menjadi generasi muda pertanian yang kreatif, inovatif, dan berperan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pertanian modern.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#duta polbangtan #Polbangtan YoMa #kementan