Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baznas Kota Magelang Salurkan Bantuan Pendidikan,Tekan Risiko Putus Sekolah di Keluarga Rentan

Naila Nihayah • Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:23 WIB

 

Wali Kota Magelang saat menyerahkan bantuan kepada para siswa di Aula Disdikbud, Kamis (21/5).
Wali Kota Magelang saat menyerahkan bantuan kepada para siswa di Aula Disdikbud, Kamis (21/5).

 



MAGELANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepadq 74 siswa dari keluarga kurang mampu dengan total nilai Rp 24,5 juta. Rinciannya, 51 siswa SD memperoleh masing-masing Rp 300 ribu, sementara 23 siswa SMP menerima Rp 400 ribu per anak.

Ketua Baznas Kota Magelang Ahmad Zaenudin menyebut, bantuan biaya pendidikan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan. Pola penyaluran berkala ini menjadi strategi untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan berkelanjutan mengikuti kebutuhan siswa.

"Program ini kami jalankan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kota Magelang," katanya di Aula Disdikbud Kota Magelang, Kamis (21/5).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Pembukaan Jogja Financial Festival 2026: Sekarang Saatnya Jual Dolar!

Di lapangan, kata dia, persoalan biaya pendidikan sering kali tidak hanya berkaitan dengan uang sekolah, tetapi juga kebutuhan penunjang seperti alat tulis, seragam, hingga transportasi. Dalam konteks ini, bantuan dengan nominal relatif kecil tetap memiliki arti penting bagi keluarga penerima.

Zaenudin menegaskan, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Dana yang disalurkan berasal dari zakat para muzaki, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan warga umum yang mempercayakan penyalurannya melalui Baznas.

"Tanpa dukungan para muzaki, program seperti ini tidak mungkin berjalan konsisten," terangnya.

Baca Juga: Aksi Pembacokan di Kotabaru Jogja Diawali Tantangan dari Geng Trah Gendeng, Pemprov DIY Akui Sulit Bubarkan Geng Sekolah, Hanya Mampu Identifikasi 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk ikhtiar kolektif menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi semua anak. Dia menilai, intervensi semacam ini penting, terutama di masa ketika tekanan ekonomi keluarga dapat berdampak langsung pada keberlangsungan pendidikan anak.

"Ketika satu anak bisa tetap bersekolah, di situ kita sedang menjaga masa depan kota ini,” kata Damar.

Dia menambahkan, dana yang digunakan merupakan hasil penghimpunan sukarela masyarakat dan ASN, yang dikelola secara akuntabel. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Baca Juga: Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia Mampir ke Yogyakarta, Nirina Zubir Ajak Penonton Peluk Keluarga Sebelum Terlambat

Meski demikian, bantuan finansial tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan. Damar mengingatkan pentingnya motivasi dan ketahanan mental bagi para siswa penerima, agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang dalam meraih prestasi.

Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho melihat bantuan tersebut sebagai bagian dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat. Bantuan ini menjadi penguat komitmen bersama untuk memastikan anak-anak tetap sekolah, sekaligus menanamkan nilai karakter. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#baznas #Magelang #dAMAR PRASETYONO #wali kota #Bantuan Pendidikan