JOGJA - Kota Jogja meraih peringkat pertama nasional dalam implementasi standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan dengan skor 92,53.
Capaian tertinggi dari 514 kabupaten/kota itu dinilai mempertegas posisi Jogja sebagai kota pendidikan sekaligus menjadi dorongan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, capaian tersebut memang patut diapresiasi. Namun bukan berarti harus berbangga diri berlebihan. Karena sebenarnya penghargaan yang didapat merupakan bentuk refleksi agar mutu pendidikan terus ditingkatkan.
“Kami tentu dengan pendidikan ini sangat fokus untuk bagaimana meningkatkan kualitas SDM yang produktif,” ujar Hasto di sela kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja yang dilaksanakan di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (21/5/2026).
Hasto menegaskan, peningkatan mutu pendidikan di Kota Jogja juga tidak bisa hanya berkutat pada kurikulum. Namun segala aspek seperti guru, siswa, maupun sarana prasarana yang ada di sekolah.
Menurutnya, mutu pendidikan yang bagus dan bekal keterampilan bagi anak-anak sekolah dan generasi muda memang masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah kota. Sebab secara letak geografis Kota Jogja tidak memiliki sumber daya alam. Sehingga yang bisa diandalkan hanya SDM.
Baca Juga: Dua Hari Gelar Operasi, Polres Bantul Sita Ratusan Botol Miras Ilegal di Tiga Tempat
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Atip Latipulhayat mengapresiasi capaian penyelenggaraan pendidikan di Kota Jogja. Hal tersebut sesuai dengan semangat di Hari Pendidikan Nasional yang menjadi komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu.
“Ini membuktikan kebijakan, pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, begitu juga para UPT Kementerian Dikdasmen di Yogyakarta ini sudah tepat,” katanya.
Sementara Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIJ Mohammad Adi Hartono berharappada momentum peringatan ini bisa semakin memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Khususnya dalam hal berkolaborasi, berkonsolidasi, dan bersinergi mewujudkan pendidikan bermutu di DIY.
Adi menegaskan, mutu pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi kolektif seluruh elemen bangsa.
Oleh karena itu, lewat tema Semesta Jogja Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja bisa semakin memperkuat kerja sama antarberbagai stakeholder.
“Lewat tema ini kami ingin mengajak seluruh eleman memastikan setiap anak Indonesia, khususnya DIY memperoleh hak pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita