Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inovatif! Mahasiswa Polbangtan Kementan Ciptakan Gel Penyembuh Luka Ternak Berbasis Protein Hewani                                              

Yogi Isti Pujiaji • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:27 WIB
TEMUAN BARU: Mahasiswa Polbangtan Yoma sedang meneliti hasil uji gel penyembuh luka ternak berbasis protein hewani. (ISTIMEWA)
TEMUAN BARU: Mahasiswa Polbangtan Yoma sedang meneliti hasil uji gel penyembuh luka ternak berbasis protein hewani. (ISTIMEWA)

 

MAGELANG- Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) kembali menunjukkan inovasi di bidang peternakan melalui pengembangan gel penyembuh luka ternak berbasis protein hewani. Inovasi tersebut dikembangkan untuk mendukung kesehatan ternak sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan.

Tim inovator yang tergabung dalam Fortuna Bravo terdiri atas Safira Rizky Nurandinan Putri, Maria Juwita Sari, Rhahma Arifah, Septian Naafiantoro, dan Desmayanti Sekarini. Mereka berhasil merancang formulasi gel dari minyak ikan gabus dan putih telur puyuh yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka pada hewan ternak.

Inovasi ini merupakan pengembangan dari riset sebelumnya dengan penyempurnaan metode pencampuran menggunakan magnetic stirrer sehingga menghasilkan formulasi yang lebih homogen dan stabil.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, gel tersebut mengandung protein sebesar 9,91 persen, albumin 0,7 persen, serta memiliki pH 6. Formulasi terdiri atas 70 persen minyak ikan gabus dan 30 persen putih telur puyuh. Kandungan protein yang tinggi dinilai mampu membantu mempercepat regenerasi jaringan pada luka.

Hasil uji menunjukkan, gel mampu mempercepat penyembuhan luka sayat pada hari ketiga. Temuan ini dinilai lebih cepat dibandingkan beberapa salep penyembuh luka yang umum digunakan dengan rata-rata waktu penyembuhan antara lima hingga sepuluh hari.

Inovasi kesehatan hewan seperti ini menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan kesejahteraan ternak dan produktivitas peternakan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan terus mendorong generasi muda untuk berani berinovasi dan menghasilkan solusi nyata bagi sektor pertanian.

“Berani berproses, berani bertindak. Jika ingin sukses, maka beranilah untuk berproses,” pesan Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa pertanian sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan sektor pertanian dan peternakan nasional.

Safira Rizky Nurandinan Putri, salah satu anggota tim penemu, menjelaskan bahwa penanganan luka pada ternak selama ini masih banyak mengandalkan obat kimia sintetis yang penggunaannya kerap terkendala harga, ketersediaan, hingga potensi efek samping.

“Pemanfaatan bahan organik menjadi alternatif terapi luka karena lebih aman, ekonomis, serta mudah diakses oleh peternak,” ujar mahasiswa semester dua Program Studi Teknologi Produksi Ternak tersebut.

Pengembangan inovasi ini mendapat pendampingan dari Wida Wahidah Mubarokah selaku dosen sekaligus Ketua Program Studi Teknologi Produksi Ternak Polbangtan Yoma. Menurutnya, formulasi sederhana berbasis bahan lokal membuka peluang lahirnya produk kesehatan hewan yang lebih terjangkau bagi peternak skala kecil maupun menengah.

“Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan hewan melalui penanganan luka yang lebih efektif serta menekan risiko infeksi,” ungkapnya.

Ke depan, gel penyembuh luka berbasis sumber daya lokal ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif produk kesehatan hewan yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#Polbangtan YoMa #Polbangtan #kementan #peternakan