Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mayoritas Luar Daerah, Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen dari Tegal hingga Madura

Muhammad Hafied • Rabu, 13 Mei 2026 | 05:06 WIB

 

Ilustrasi sekolah rakyat
Ilustrasi sekolah rakyat

 

 

KEBUMEN - Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kebumen mendapat dukungan dari berbagai tenaga pendidik yang berasal dari luar daerah. Para tenaga pendidik tersebut hadir untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di SRT yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala SRT 44 Kebumen Tri Puji Astuti mengatakan, mayoritas tenaga pendidik di tempatnya bukan asli putra daerah. Mereka merupakan abdi negara dari luar daerah yang ditempatkan langsung oleh pemerintah untuk membantu proses pendidikan di SRT Kebumen.

 "Awalnya, mereka itu daftar di luar Kebumen. Terdekat dari tempat tinggal, sampai akhirnya mendapat penugasan ke sini," ucapnya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (12/5).

Baca Juga: Yakuza Maneges Resmi Dideklarasikan di Kediri, Ormas Dakwah Santri Jalur Kiri yang Tuai Pro Kontra

Mantan guru SMPN 1 Kebumen ini menegaskan, keterlibatan tenaga pendidik dari lintas daerah menjadi bagian dalam menghadirkan sistem pembelajaran berkualitas. Mereka datang dengan berbaga latar belakang pendidikan dan telah melalui proses seleksi sesuai kebutuhan. "Totalnya 10 guru. Ada yang dari Tegal, Demak, Bantul, Wonogiri, Lumajang sampai Madura," sebut Tri.

SRT 44 Kebumen kini memiliki empat rombongan belajar (rombel). Terdiri dari dua rombel untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Total peserta didik yang dimiliki sebanyak 100 anak dengan setiap rombel diisi sejumlah 25 anak. Adapun kurikulum pendidikan yang diterapkan menganut kurkulum nasional.

Tri mengungkapkan, keberadaan tenaga pendidik dari luar daerah memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar. Selain berbagi pengalaman dan metode pembelajaran, para pendidik juga turut memperkenalkan wawasan lebih luas selama pembelajaran.

Baca Juga: Viral! Gus Miftah Apresiasi PSS Sleman, Guyur Bonus Rp 200 Juta

 Ia menaruh harapan keberagaman daerah asal tenaga pendidik ini dapat menjadi ruang pendidikan yang inklusif. "Kami berangkat dari perbedaan daerah asal dan latat belakang. Tapi tujuan satu, menghadirkan pendidikan yang setara dan berkualitas," bebernya.

Salah satu guru SRT 44 Kebumen dari Sleman Yudha Ardiyanta, 29, mengatakan, meski bukan berasal dari putra daerah dia mengaku kerasan di Kebumen. Dia mulai mampu menyesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan setempat.

Guru yang mengampu mata pelajaran bahasa dan sastra ini berharap SRT mampu menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi tenaga pendidik dari berbagai daerah. "Penugasan dari kementerian langsung. Kami di sini saling melengkapi satu sama lain walau beda daerah," terangnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#srt 44 kebumen #Guru #tegal #madura #Sekolah Rakyat