RADAR JOGJA - Masalah ekonomi kerap menjadi penghalang siswa mendapatkan layanan pendidikan.
Kekhawatiran orang tua atau masyarakat yang terkendala biaya sekarang sudah dapat diatasi.
Ini menyusul tersedianya alokasi anggaran bantuan beasiswa pendidikan menengah SMA/SMK bagi pelajar di DIY.
Beasiswa itu dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
“Ada tiga jenis beasiswa dengan sasaran pelajar SMA/SMK,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana saat Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Balai Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Damkarmat Bentuk Kelompok Peduli Api, Antisipasi Kebakaran Hutan saat Kemarau Panjang
Fajar mengatakan, Pemda DIY mengupayakan kelangsungan pendidikan yang layak bagi masyarakat.
Terutama masyarakat kurang mampu yang terkendala karena faktor ekonomi.
Dengan adanya sosialisasi itu diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengetahui program beasiswa tersebut.
Mantan wakil bupati Kulon Progo ini memaparkan tiga jenis beasiswa pendidikan menengah itu.
Pertama, beasiswa Kartu Cerdas (Kacer). Kedua, beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP). Ketiga, beasiswa Retrieval.
Ketiga beasiswa tersebut, memiliki sasaran siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sehingga, masalah ekonomi tak lagi menjadi penghalang meraih pendidikan yang layak,” lanjut Fajar.
Staf Bidang Pembinaan SMA Disdikpora DIY Andiyanto Eko Saputro menjelaskan, di masa sekarang, ekonomi bukan menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan layak.
Pemda DIY telah berkomitmen menyediakan pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Komitmen itu tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2025. "Jadi ada tiga beasiswa, dan kriteria atau sasarannya berbeda," ucap Andi.
Ketiga beasiswa itu bersumber dari APBD DIY. Beasiswa Kacer nilainya Rp 1,5 juta per tahun per siswa.
Dialokasikan untuk 15 ribu siswa. Selanjutnya, beasiswa JKP diberikan untuk siswa yang mengalami kendala finansial.
Ijazahnya ditahan sekolah karena alasan administrasi belum melunasi biaya pendidikan.
Kejadiannya ditemui di sejumlah sekolah swasta. Alokasi beasiswa JKP sebesar Rp 400 juta untuk tingkat SMA, dan Rp 2,5 miliar untuk SMK.
Siswa yang putus sekolah gara-gara faktor ekonomi menjadi perhatian dan diakomodasi melalui beasiswa Retrieval.
Nilainya Rp 3 juta per tahun per siswa. Beasiswa ini masing-masing untuk 100 siswa SMA dan 100 siswa SMK.
Keberadaan tiga beasiswa tersebut diharapkan memperingan beban biaya pendidikan.
Baca Juga: Cegah Kenakalan Remaja, Kapanewon Bambanglipuro Bentuk Posko Anti-klithih
Sebab, kebutuhan biaya pendidikan tak hanya ongkos sekolah. Tapi juga dari sarana prasarana (sarpras) kebutuhan pendukungnya.
Program bantuan beasiswa pendidikan menengah dapat digunakan untuk pembelian buku, hingga keperluan sekolah lainnya. (gas/kus)
Editor : Herpri Kartun