JOGJA — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) memperkuat sinergisitas dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian se-Jawa Tengah guna mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama 45 kepala SMK Pertanian se-Jawa Tengah yang digelar di kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Jogjakarta, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Kementerian Pertanian dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai jalur strategis mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan siap masuk dunia kerja maupun wirausaha.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian membutuhkan lebih banyak anak muda terdidik untuk mendukung percepatan transformasi pertanian nasional.
“Generasi muda harus menjadi pelaku utama pertanian modern melalui inovasi, teknologi, dan kewirausahaan sehingga pertanian semakin maju dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM pertanian yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian modern.
“Kolaborasi antara Polbangtan dan SMK Pertanian harus terus diperkuat agar tercipta kesinambungan pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menjadi penggerak pembangunan pertanian,” ujar Idha.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan mengungkapkan, lulusan SMK memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor pertanian karena telah memiliki dasar keterampilan vokasi sejak di bangku sekolah.
Menurutnya, Polbangtan Yoma hadir untuk memperkuat kompetensi tersebut melalui sistem pembelajaran yang menitikberatkan praktik lapangan.
“Sebanyak 70 persen proses pembelajaran di Polbangtan Yoma adalah praktik. Mahasiswa dibekali kemampuan teknis, manajerial, hingga kewirausahaan agar siap terjun ke dunia industri pertanian,” jelas Hermawan.
Ia menambahkan, Polbangtan Yoma juga menyediakan berbagai program pengembangan mahasiswa seperti Program Wirausahawan Muda Pertanian, Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang, Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), serta Brigade Pangan.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Robberto Agung Nugroho mengapresiasi langkah Polbangtan Yoma dalam membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMK Pertanian.
“Pendidikan vokasi kini semakin diminati karena lulusannya dinilai lebih siap kerja dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri maupun pemerintah,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMK Peternakan Lembah Hijau Batang Dani Irawati. Ia menilai mahasiswa dan alumni Polbangtan Yoma menunjukkan kualitas yang baik saat terjun mendampingi petani dan peternak di lapangan.
“Mereka unggul secara teknis, administrasi, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi motivasi bagi siswa kami untuk melanjutkan pendidikan di Polbangtan Yoma,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Polbangtan Yoma berharap semakin banyak lulusan SMK Pertanian yang melanjutkan pendidikan vokasi sehingga mampu menjadi penggerak pertanian modern dan memperkuat ketahanan pangan nasional.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji