Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Classical Night ke-18 FK-KMK UGM, Panggung Seni yang Menjaga Warisan 80 Tahun Dedikasi

Fahmi Fahriza • Minggu, 3 Mei 2026 | 11:58 WIB
Sesi gelaran Classical Night ke-18 yang merupakan acara tahunan dari FK KMK UGM - Fahmi Fahriza 
Sesi gelaran Classical Night ke-18 yang merupakan acara tahunan dari FK KMK UGM - Fahmi Fahriza

JOGJA - Universitas Gadjah Mada melalui Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) kembali menggelar Classical Night ke-18 pada Sabtu (2/5) di Auditorium FK-KMK UGM.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM sekaligus momentum refleksi perjalanan panjang institusi tersebut dalam membangun kesehatan bangsa.

Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata menegaskan, bahwa keberlangsungan fakultas selama delapan dekade tidak hanya soal bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti zaman.

"Selama 80 tahun fakultas kita tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh pesat. Seperti musik klasik yang tak lekang oleh waktu, kita lintas generasi dan tetap relevan," ujarnya.

Ia menilai Classical Night bukan hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan juga simbol nilai yang ingin dibangun dalam dunia kedokteran.

"Yakni meliputi dedikasi, totalitas, dan keberlanjutan karya," ujarnya.

Baca Juga: Manchester United vs Liverpool, Arne Slot: Mengalahkan Setan Merah Tidak Akan Membungkam Para Pengkritik

Lebih jauh, Yodi juga menyoroti tantangan dunia kedokteran di era disrupsi, terutama akibat perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

"Sekarang hampir semua sektor mengalami disrupsi. Tantangannya bagaimana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kita bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi seperti AI," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Penyelenggara Classical Night 2026, Dr. Wigati menyebut, bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi, terutama dari mahasiswa.

"Tahun ini kami melihat banyak talenta baru, khususnya dari mahasiswa S1. Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya," ungkapnya.

Sebanyak 37 penampil terlibat dalam Classical Night tahun ini, terdiri dari berbagai format mulai dari solo, duet, hingga mini orkestra. Proses kurasi dilakukan melalui mekanisme audisi terbuka dengan masa persiapan sekitar empat bulan.

Konsep acara yang melibatkan sivitas internal secara penuh juga tetap dipertahankan sebagai identitas kegiatan.

Sebagai tradisi tahunan, Classical Night menjadi bagian dari upaya FK-KMK UGM dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga humanis. Di tengah tuntutan profesionalisme dan perkembangan teknologi yang cepat, ruang ekspresi seni dinilai tetap relevan untuk menjaga keseimbangan.

Baca Juga: Kios Jamu Memiliki Sisi Positif dan Negatif; Bahayanya jika Campur Jamu dengan Obat Kimia

"Ini memang dari kita untuk kita. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan, dan menyeimbangkan aktivitas akademik yang padat dengan kebutuhan akan ruang ekspresi dan apresiasi seni," tutup Wigati. (iza)

Editor : Bahana.
#classical night ugm #UGM #FK KMK UGM