JOGJA - Sebanyak 15.789 pendaftar tengah mengikuti ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK SNBT) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai 21-27 April.
Panitia menjamin pelaksanaan tes tidak ada gangguan server atau jaringan dengan skema dual internet service provider (ISP).
Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM Prof. Ridi Ferdiana mengatakan, sistem konektivitas tinggi diberlakukan di seluruh titik lokasi ujian.
Ada sebanyak 14 titik lokasi tes yang tersebar di berbagai fakultas dan unit di UGM. Hal itu untuk meminimalisasi gangguan teknis saat berlangsungnya tes.
Baca Juga: Gudang Penyimpanan Jadi Sasaran Operasi Pengawasan Satpol PP Gunungkidul, Berhasil Sita Ribuan Rokok Ilegal Senilai Ratusan Juta
"UGM menggunakan dua penyedia layanan internet untuk menjaga keandalan koneksi selama ujian. Skema dual ISP ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, konektivitas juga diperkuat melalui jaringan fiber optik dengan jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian.
Setiap fakultas dan unit telah dilengkapi koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian.
"Kecepatan jaringan yang tersedia berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Infrastruktur ini memastikan akses jaringan tetap lancar pada 14 titik lokasi ujian yang digunakan," bebernya.
Baca Juga: Aksi Heroik Cahya Supriadi Beri Satu Poin bagi PSIM Jogja saat Menjamu Persija Jakarta di Bali
UGM menyediakan 44 ruang ujian tahun ini dengan 1.452 unit komputer. Dibandingkan tahun lalu, jumlah perangkat meningkat sebanyak 80 unit. Sistem operasi dan perangkat lunak juga telah disesuaikan dengan standar nasional.
“Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini,” tuturnya.
Ujian pada tahun ini dapat dipastikan aman tanpa gangguan jika berdasar pada uji coba yang dilakukan pada 1 dan 2 April lalu.
Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme failover sehingga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan pada salah satu server.
Baca Juga: TMMD Reguler 128 Sasar Kalurahan Sidorejo Kulon Progo, Berikut Daftar Perbaikan Fisik dan Nonfisik
“Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian,” ucapnya.
Panitia juga mempersiapkan unit komputer cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan.
Kemudian, untuk antisipasi gangguan eksternal, UGM melakukan koordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan UTBK.
Dari segi pengawasan, para petugas UTBK telah diberi pembekalan pada 16 April. Di antaranya mencakup strategi pengawasan serta pencegahan kecurangan selama ujian berlangsung.
Berbagai contoh pola kecurangan telah diidentifikasi, termasuk penggunaan perangkat keras maupun lunak.
"Tahun ini, sistem UTBK menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB," jelasnya.
Sistem tersebut terkontrol melalui aplikasi dan terintegrasi dalam sistem operasi. Pembaruan otomatis maupun aplikasi latar belakang yang berpotensi mengganggu peserta dipastikan tidak akan muncul.
Ada perbedaan mekanisme penentuan lokasi ujian tahun ini. Peserta tidak bisa memilih langsung pusat UTBK.
Mereka hanya bisa memilih lokasi atau kota ujian. Kemudian panitia pusat lah yang akan menentukan pusat UTBK secara acak.
"Dengan sistem penempatan yang lebih terkontrol, kami ingin memastikan proses seleksi berjalan adil bagi semua peserta,” ucapnya. (oso)