MUNGKID - Sebanyak 61 satuan pendidikan dari berbagai jenjang di Kabupaten Magelang menerima manfaat dari program revitalisasi satuan pendidikan melalui Program Hari Tunas Cita (PHTC) Presiden. Revitalisasi itu dilakukan mulai dari renovasi bangunan hingga penyediaan sarana prasarana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyempatkan diri untuk melihat hasil revitalisasi di daerah. "Saya ingin melihat langsung. Ini penting agar kita tahu dampaknya di lapangan," ujarnya di SDN 2 Borobudur Sabtu (18/4).
Baca Juga: Kisah Keluarga Hermanto, Lama Hidup Susah Kini Dapat Perhatian Pemerintah; sang Ayah Senang Akhirnya Diobati, Komitmen Wujudkan Cita-Cita Anak Jadi Dokter
Revitalisasi yang dilakukan, kata dia, mencakup berbagai aspek. Mulai dari renovasi bangunan hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi. Namun, dia menegaskan, program ini bukan sekadar proyek infrastruktur.
Mu'ti menyebut, arah kebijakan pendidikan saat ini menempatkan kualitas pembelajaran sebagai inti dari transformasi. Fasilitas seperti Interactive Flat Panel (IFP) hanya menjadi alat. Sementara substansi utamanya adalah metode pembelajaran dan pembentukan karakter.
Pendekatan ini, lanjut dia, sejalan dengan dorongan penerapan deep learning dalam pembelajaran, yang menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. "Perangkat itu penting, tapi yang utama adalah bagaimana pembelajaran berjalan dan karakter siswa terbentuk," katanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Bologna Serie A Senin 20 April 2026, Upaya Bianconeri Raih Tiket Liga Champions
Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah mengalami lonjakan signifikan dalam skala nasional. Dari target awal 11.400 satuan pendidikan, kini diperluas menjadi 60.000 sekolah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Perluasan ini membuka peluang lebih besar bagi daerah, termasuk Kabupaten Magelang, untuk mendapatkan tambahan bantuan di tahun-tahun berikutnya. "Kalau tahun ini 61 sekolah, tahun depan bisa meningkat, minimal dua kali lipat," paparnya.
Sebelumnya, Pemkab Magelang telah menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp 54,4 miliar pada 2025 untuk 60 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK. Selain itu, ratusan perangkat digital juga telah disalurkan untuk mendukung pembelajaran.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Lendah Sudah Berjalan, Dokumen Pendukung Justru Masih Berproses
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. "Ini bukan hanya membangun sekolah secara fisik, tetapi memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh," paparnya.
Kepala SMP Negeri 3 Muntilan Murtini menyebut, ada peningkatan semangat belajar siswa seiring dengan perbaikan fasilitas dan lingkungan belajar. Menurutnya, kondisi sekolah yang lebih layak dan dukungan teknologi memberikan dorongan psikologis bagi siswa untuk lebih percaya diri dalam mengejar prestasi. "Anak-anak jadi lebih termotivasi. Lingkungan belajar yang baik memang sangat berpengaruh," ujarnya. (aya/eno)