SLEMAN- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan dua prestasi di ajang kompetisi berskala internasional tahun ini.
Tim Narantaka Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) menyabet peringkat lima pada ISS Run (Main Event) dan juara 3 pada Simulation Run (Side Event).
Kompetisi yang mereka ikuti bernama Kibo Robot Programming Challenge (Kibo-RPC), dilaksanakan pada 28 Februari 2026 di Jepang.
Kompetisi tersebut mengajak para pelajar untuk mengendalikan robot terbang Astrobee di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Penyelenggaranya ialah Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang bekerja sama dengan NASA.
"Kami merasa sangat bangga dapat mewakili Indonesia pada Final 6th KIBO-RPC," ujar salah satu tim Narantaka GMAT, Poliakarpus Arya Pradhanika, Senin (13/4).
Tim Narantaka GMAT ini beranggotakan Muflikhul Ammar yang merupakan mahasiswa jurusan Elektronika dan Instrumentasi.Poliakarpus Arya Pradhanika mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, Rahmat Nur Panghegar mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Zufar Syaafi’ mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, Nadya Fatika Sari mahasiswa jurusan Teknik Industri, dan Mu’ammar Ihza Syadi mahasiswa Jurusan Teknik Nuklir.
Mereka membuktikan bisa bersaing dengan 738 tim yang berasal dari 13 negara dan wilayah partisiapan.
"Bersaing dengan perwakilan tim dari 13 negara dan berhasil meraih peringkat 5 pada ISS Run serta Juara 3 pada Simulation Run merupakan pencapaian yang luar biasa,"bebernya.
Sebelum mengikuti kompetisi tersebut, Tim Narantakan GMAT UGM berhasil juga menyabet juara 1 perlombaan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penyelenggara lokal. Itu menjadi batu pijakan atau seleksi babak final ke Jepang.
“Pencapaian ini menjadi gerbang bagi kami untuk melangkah ke panggung dunia dan bertukar ilmu dengan rekan-rekan hebat dari berbagai belahan dunia. Kami berharap estafet prestasi ini terus berlanjut,” bebernya.
Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna turut mengapresiasi capaian mahasiswanya. Inovasi yang ditunjukkan dalam kompetisi tersebut dinilai penting untuk hilirisasi menjadi inovasi baru. Selain itu, pencapaian mereka juga diharapkan bisa memotivasi para mahasiswa UGM untuk meraih prestasi di kancah internasional.
“Capaian ini sangat luar biasa, menjadi bukti bahwa mahasiswa UGM memiliki kemampuan inovasi serta kreativitas sehingga dapat mengalahkan 738 peserta lainnya dari 13 negara. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin