Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Termasuk WFH dan Tetap Masuk seperti Biasa, Guru di Kebumen Diimbau Boncengan atau Naik Sepeda ke Sekolah

Muhammad Hafied • Minggu, 12 April 2026 | 22:23 WIB

 

Ilustrasi guru mengajar di kelas. Alfian Rizal/Jawa Pos
Ilustrasi guru mengajar di kelas. Alfian Rizal/Jawa Pos

 

 

KEBUMEN – Semua guru di wilayah Kebumen diminta ikut ambil bagian dalam gerakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah yang dianjurkan salah satunya bersedia berangkat mengajar ke sekolah dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Agus Sunaryo mengatakan, imbauan untuk menekan konsumsi BBM telah disampaikan kepada guru agar tumbuh kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan.

Para guru juga diharapkan memberi contoh penerapan gaya hidup hemat energi. "Kalau jarak tidak memungkinkan, ke kantor bareng. Misal dari Gombong ke Kebumen berangkat boncengan," imbaunya, Minggu (12/4).

Baca Juga: Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Diharapkan Bawa Ribuan Orang ke Magelang

Selain berboncengan, para guru juga didorong menggunakan kendaraan ramah lingkungan serta memanfaatkan moda transportasi umum. Agus yakin, upaya ini bukam sekadar penghematan biaya, tetapi juga membantu mengurangi angka kemacetan serta emisi karbon dari kendaraan.

"Yang dekat bisa pakai sepeda onthel atau basis listrik. Atau satu mobil bisa diisi lima sampai tujuh orang, lebih efisien," katanya.

Dia memastikan, di lingkungan pendidikan tidak berlaku kebijakan WFH atau sistem pembelajaran jarak jauh. Semua berlangsung normal seperti biasa. Adapun pemberlakuan WFH hanya berlaku bagi ASN di kantor Disdikpora.

Baca Juga: Pep Guardiola: Manchester City Tau Apa Yang harus Dilakukan Dalam Perebutan Gelar Lawan Arsenal

 Meski demikian, kebijakan ini bukan menjadi alasan bagi ASN untuk bermalas-malasan. "Kondisional. Begitu ada tugas, ya harus siap datang ke kantor. Jadi bukan libur," terangnya.

Agus menegaskan Disdikpora Kebumen mendukung penuh kebijakan efisiensi energi yang telah diinstruksikan langsung pemerintah pusat. Hemat energi berupa BBM maupun listrik ini juga diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan pendidikan.

"Ke depan akan terus kami dorong. Banyak dampak positif yang dirasakan," ujarnya.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, YIA Masih Dipadati Penumpang

Salah satu guru PAUD Mutia Fajar Tri Wahyuni, 24, mengaku tidak mempersoalkan adanya aturan penghematan energi. Ia tidak begitu risau dengan pemberlakuan kebijakan tersebut.

Selain hemat di ongkos, aksi efisensi BBM ini juga melatih kedisiplinan sekaligus menumbuhkan pola hidup sehat. "Tidak masalah. Tempat saya dekat. Pakai sepeda paling lima menit. Bisa sekalian olahraga," bebernya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #wfh #gurame #Disdikpora #boncengan