Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Haryanto Usulkan Pendidikan Pancasila Jadi Kurikulum Wajib Pelajar SD dan SMP Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 04:50 WIB

 

NGURI-URI BUDAYA: Para siswa SMPN 16 Jogja saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler gamelan, nembang dan tari menunjukkan kemampuannya di lingkungan sekolah Jumat (26/9/2025).
NGURI-URI BUDAYA: Para siswa SMPN 16 Jogja saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler gamelan, nembang dan tari menunjukkan kemampuannya di lingkungan sekolah Jumat (26/9/2025).

 

 

JOGJA - Penguatan karakter generasi muda menjadi salah satu perhatian bagi anggota DPRD Kota Jogja Haryanto. Bersama dengan jajarannya di Komisi A, dia fokus dalam hal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaaan.

Haryanto mengatakan, pendidikan pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi salah satu pondasi krusial penguatan karakter generasi di masa sekarang. Sebab dapat memperkuat identitas serta ketahanan sosial masyarakat Kota Jogja.

Baca Juga: Anggaran Tak Sampai Setengah Dibanding Tahun Lalu, Paskibraka Sleman Tak Pakai Formasi Penuh

Melalui pembahasan yang serius dalam Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Haryanto ingin nantinya bisa tercipta ekosistem sosial yang mendalam terhadap nilai-nilai luhur bangsa seiring dengan karakter Jogja sebagai kota pelajar.

“Dengan memiliki landasan ideologi yang kuat, generasi muda kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif luar," ujar Haryanto kepada Radar Jogja, Kamis (9/4).

Haryanto juga menekankan, produk peraturan daerah tersebut nantinya tidak hanya berhenti di atas kertas. Dalam artian, apa yang sudah disusun oleh legislatif bisa benar-benar diimplementasikan pada satuan pendidikan naungan pemkot.

Baca Juga: Duh, Dispensasi Nikah di Sleman Capai 112 Kasus: Mayoritas karena Kehamilan Tidak Diinginkan

Sehingga, politikus PDI Perjuangan itu juga menyarankan agar pendidikan pancasila dan wawasan kebangsaan bisa menjadi kurikulum wajib bagi pelajar di tingkat SD dan SMP di Kota Jogja. Supaya anak-anak muda sekarang bisa lebih meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Melalui kebijakan tersebut, anggota legislatif yang menjadi Ketua RW 13 Bangunrejo itu punya cita-cita agar sekolah bukan hanya sekedar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Namun juga menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan etika, moral, dan jiwa patriotisme. “Fokus utama dari pembahasan raperda ini adalah menciptakan sebuah ekosistem pendidikan yang holistik,” katanya.

Haryanto menjelaskan, Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan juga menjadi upaya legislatif untuk memastikan panduan materi yang relevan dengan perkembangan zaman. Namun tetap berpijak pada nilai asli Pancasila.

Baca Juga: Kala Brongkos Kantin Balai Kota Jogja Jadi Jamuan Petinggi Partai PDI Perjuangan, Kacang Tolo dan Koyor Jadi Saksi Bisu Pembahasan Rekonsolidasi Fiskal Kota Jogja 

Misi lainnya, sebagai cara penguatan generasi muda dengan memiliki rasa tepa selira atau toleransi tinggi sesuai dengan budaya luhur Kota Jogja. Sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki wawasan kebangsaan utuh.

 

"Sehingga ekosistem pendidikan mampu melahirkan generasi emas yang berkarakter kuat, cerdas, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Jogja," tandasnya. (*/inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
Anggota Komisi A DPRD Haryanto Kota Jogja pendidikan pancasila kurikulum