RADAR JOGJA - Setelah jalur prestasi, kini perhatian calon mahasiswa beralih ke Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Sebuah kesempatan penting bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur ujian tertulis berbasis komputer (UTBK).
Dilansir dari laman resmi SNPMB, SNBT dirancang tidak hanya sebagai seleksi, tetapi juga sebagai sistem yang mampu “memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di PTN dengan baik dan tepat waktu.”
Melalui UTBK, peserta diberi fleksibilitas memilih lokasi tes dan bahkan kampus lintas wilayah, sehingga peluang untuk bersaing menjadi lebih terbuka secara nasional.
Secara umum, seleksi SNBT 2026 memiliki sejumlah ketentuan penting.
Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali, dan hasilnya hanya berlaku untuk penerimaan PTN di tahun yang sama.
Selain itu, peserta yang sudah lolos jalur SNBP pada tahun 2024 - 2026 tidak dapat mengikuti SNBT.
Dari sisi persyaratan, peserta merupakan Warga Negara Indonesia yang memiliki NIK dan berasal dari lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2024, 2025, atau 2026, dengan batas usia maksimal 25 tahun.
Mereka juga diwajibkan memiliki akun SNPMB sebagai akses utama dalam proses pendaftaran.
Baca Juga: Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Akui Laga Lawan Indonesia Sangat Spesial, Ini Alasannya
Dalam pelaksanaannya, UTBK menguji dua komponen utama, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.
Materi ini dirancang untuk mengukur kemampuan penalaran, pemahaman bacaan, hingga kemampuan numerik yang dianggap relevan dengan keberhasilan studi di perguruan tinggi.
Sementara itu, rangkaian SNBT 2026 telah dimulai sejak Maret, dengan pendaftaran berlangsung hingga awal April, dilanjutkan pelaksanaan UTBK pada 21 - 30 April 2026.
Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026.
Pada akhirnya, seperti halnya perjalanan pendidikan, SNBT adalah bagian dari proses panjang.
Bukan hanya soal lolos atau tidak, tetapi bagaimana setiap peserta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang yang ada di
depan. (Lintang Perdana)
Editor : Meitika Candra Lantiva