Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih, Tonggak Baru Pembinaan Mahasiswi Berbasis Nilai dan Karakter

Editor Content • Senin, 2 Maret 2026 | 16:00 WIB

Photo
Photo

YOGYAKARTA – Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih diresmikan Sabtu (28/2/2026).

Peresmian tersebut menandai babak baru penyediaan hunian sekaligus ruang pembinaan karakter bagi mahasiswi yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Gedung baru yang berlokasi di Jalan Tantular, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY ini kini mulai difungsikan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan kampus.

Persemian berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Dihadiri sekitar 130 tamu undangan.

Sejumlah tokoh penting hadir, mulai dari perwakilan DPP Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus, jajaran Pengurus Yayasan Panti Rapih, perangkat wilayah setempat, pimpinan dan pejabat struktural STIKes Panti Rapih, hingga para penghuni asrama.

 Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang utuh—akademik dan karakter.

Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih Diawali Misa dan Pemberkatan

Rangkaian peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih diawali dengan Perayaan Ekaristi dan pemberkatan gedung.

Ibadah dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX. Sugiyana, Pr., bersama Romo Bernardus Irawan Heryuwono, Pr., Pastor Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung.

Misa pemberkatan menjadi fondasi spiritual dalam penggunaan gedung baru ini. Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar asrama menjadi tempat yang membawa keselamatan, perlindungan, dan pertumbuhan bagi setiap penghuninya.

Nilai iman ditegaskan sebagai dasar dari seluruh karya pelayanan yang berada di bawah naungan Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus.

Ketua Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa, Prof. Ir. Henricus Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D., menjelaskan, bahwa pembangunan asrama dilatarbelakangi peningkatan jumlah mahasiswi yang berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pertumbuhan institusi menuntut penyediaan fasilitas hunian yang layak sekaligus mendukung pembentukan karakter,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa asrama tidak dirancang hanya sebagai tempat beristirahat.

 “Bangunan ini kami konsep sebagai ruang yang membentuk kepribadian. Lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam membangun sikap, kedisiplinan, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Hunian Nyaman yang Dirancang untuk Pembinaan Nilai

Secara konseptual, Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih mengedepankan prinsip keamanan, kenyamanan, dan kesehatan fisik maupun psikologis. Setiap detail dirancang untuk menciptakan suasana yang mendukung interaksi positif antarmahasiswi.

Ruang makan tersedia di setiap lantai untuk mendorong kebersamaan. Selain itu, terdapat ruang diskusi dan ruang doa yang menjadi sarana refleksi dan pengembangan diri. Fasilitas cuci dan jemur bersama juga dirancang untuk menumbuhkan tanggung jawab serta kemandirian.

Kamar tidur berkapasitas maksimal tiga orang memberikan keseimbangan antara ruang privat dan kesempatan berinteraksi.

Konsep ini diharapkan melatih komunikasi yang sehat, toleransi, serta kemampuan bekerja sama—nilai-nilai yang relevan bagi calon tenaga kesehatan.

Nilai kebersamaan, empati, tepa selira, dan tanggung jawab menjadi roh utama asrama. Para pengelola berharap lingkungan ini mampu membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Desain Tropis Ramah Lingkungan, Efisien dan Berkarakter Lokal

Dari sisi arsitektur, gedung seluas 1.424,78 meter persegi yang berdiri di atas lahan 1.959,11 meter persegi ini mengusung desain tropis berkelanjutan.

 Bangunan memanjang dari timur ke barat dengan bukaan dominan di sisi utara dan selatan untuk memaksimalkan cahaya alami.

Sistem ventilasi silang (cross ventilation) diterapkan di seluruh area untuk memastikan sirkulasi udara berjalan optimal. Pendekatan ini menciptakan kenyamanan termal sekaligus menekan penggunaan energi, sehingga biaya operasional dapat lebih efisien.

Menariknya, desain bangunan terinspirasi dari rumah kampung yang dimodernisasi. Konsep tersebut memperkuat identitas lokal sekaligus menghadirkan nuansa akrab bagi para penghuni.

Keselarasan dengan lingkungan sekitar menjadi perhatian penting agar bangunan tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur, tetapi juga bagian dari komunitas.

Serah Terima dan Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan

Prosesi serah terima menjadi momen penting dalam peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih.

Prof. Henricus menyerahkan hasil pembangunan kepada Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM., Ph.D. Selanjutnya, pengelolaan gedung diserahkan kepada Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Yulia Wardani, MAN.

Yulia menegaskan komitmen institusi untuk mengoptimalkan fungsi asrama sebagai bagian dari sistem pendidikan yang menyeluruh.

“Kami ingin asrama ini menjadi ruang pembinaan yang membentuk pribadi berintegritas dan siap melayani masyarakat,” katanya.

Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sr. Emmanuella Tri Widarti CB, Anggota Dewan Pimpinan Provinsi Indonesia didampingi Ketua Umum Yayasan Panti Rapih dan diserahkan kepada Ketua STIKes Panti Rapih.

Prosesi tersebut didampingi Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sr. Lucilla Suparmi, CB, M.Kep., Sp.K.M.B., serta Kepala Asrama Putri Carolina, Sr. Irenea Kristiani, CB.

Sr. Irenea menegaskan bahwa asrama harus menjadi “rumah” bagi para mahasiswi, bukan sekadar tempat tinggal. Ia berharap para penghuni dapat menghayati nilai ICARE dalam keseharian, terutama saat kelak terjun melayani di rumah sakit maupun masyarakat luas.

Menurutnya, pemberkatan gedung mencerminkan doa dan harapan agar setiap mahasiswi yang tinggal di dalamnya memperoleh kekuatan dalam menjalani panggilan hidupnya sebagai tenaga kesehatan.

Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih Yogyakarta ini menjadi jawaban atas kebutuhan hunian yang representatif sekaligus ruang pembinaan karakter yang berkelanjutan.

Kehadiran fasilitas ini mempertegas komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan semangat pelayanan.

Ke depan, asrama ini diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi tenaga kesehatan yang profesional dan berbelarasa—pribadi-pribadi yang siap hadir di tengah masyarakat dengan kemampuan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan yang kokoh.

 

 

Editor : Bahana.
#STIKES Panti Rapih