BANTUL - Sebanyak 28 sekolah menengah atas (SMA) di DIY secara resmi telah menyelesaikan program revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan tahun anggaran 2025.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat meresmikan langsung sarpras hasil revitalisasi saat hadir di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Bantul, Sabtu (31/1).
"Program ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan mendapatkan sarana pendidikan yang layak," ucapnya.
Menurut Atip program program revitalisai ini merupakan salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo, sekaligus salah satu tahap penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Salah satunya memastikan kelayakan sarana pendidikan, baik yang dikelola pemerintah ataupun swasta.
Pada 2025 lalu, lanjut Atip, program revitalisasi dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing sekolah. Dari alokasi awal 13.440 sekolah, pelaksanaannya meningkat menjadi 16.150 sekolah karena efisiensi anggaran.
Sementara, untuk tahun 2026, program revitalisasi akan dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas. Sebab menurut Atip, Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11 ribu sekolah, yang kemudian ditambah menjadi 71 ribu sekolah.
"Ternyata sekolah bisa melaksanakan swakelola dengan amanah, termasuk di Ali Maksum ini. Semua terlaksana dengan sangat baik dalam waktu yang singkat," cetusnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suhirman menyatakan jika program revitalisasi 28 sekolah di DIJ telah selesai 100 persen, baik dari sisi fisik maupun laporan keuangan.
Sehingga harapannya denhan adanya sarana dan prasarana yang memadai itu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.
"APBD di DIY terbatas sekali, bantuan dari pusat sangat bermanfaat bagi kami," tegasnya.
Tak hanya itu, dengan adanya program revitalisasi ini, Suhirman juga ingn setiap sekolah bisa meningkatkan kualitas layanan pendidikan seiring dengan tersedianya fasilitas yang lebih baik.
"Dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, harapan itu tentu bisa terwujud," bebernya.
Sementara Kepala SMA Ali Maksum, KH Khoirul Fuad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menunjuk sekolahnya sebagai tuan rumah peresmian.
Menurut program revitalisasi ini menjadi keberkahan tersendiri bagi dunia pendidikan.
"Semoga revitalisasi pendidikan ini mendorong percepatan dan kemajuan pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo," tandasnya.
Diketahui total nilai bantuan revitalisasi untuk 28 sekolah di DIY mencapai Rp19.970.789.000. Sementara SMA Ali Maksum menerima bantuan sebesar Rp1.183.658.000 untuk pembangunan empat ruang kelas baru. (ayu).
Editor : Heru Pratomo