Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Pentas Siswa SD Muhammadiyah Kauman yang Kritik Kelakuan Pejabat saat Bencana Sumatera, Cara Sekolah Ajak Murid Lebih Peduli dan Kritis

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 17 Desember 2025 | 03:36 WIB
BANGGA: Wali Kelas 3 SD Muhammadiyah Kauman Jogja Heri Priantoko saat ditemui kemarin (16/12).
BANGGA: Wali Kelas 3 SD Muhammadiyah Kauman Jogja Heri Priantoko saat ditemui kemarin (16/12).

JOGJA - Sebuah pementasan dramatisasi yang dilakukan siswa kelas tiga SD Muhammadiyah Kauman, Jogja berhasil mencuri perhatian publik. Sebab, tema pentas yang diangkat mengkritik pencitraan pejabat di tengah bencana banjir bandang di Pulau Sumatera. Berikut cerita di baliknya.

Tingkah lucu anak-anak tampak dalam sebuah penggalan video yang viral di media sosial. Gambar bergerak itu menampilkan sebuah pementasan drama tingkah polah pejabat yang diperankan oleh siswa kelas tiga SD Muhammadiyah Kauman (Muhamka).

Hingga Selasa (16/12) siang, video yang diunggah oleh akun @sdmuhamka itu sudah ditonton oleh 7,6 juta orang. Serta mendapatkan 654 ribu suka dan diposting ulang oleh 87 ribu akun.

Pementasannya nampak sederhana, karena hanya digelar di halaman sekolah. Namun isu yang diangkat oleh anak-anak di video itu menggugah perhatian banyak pihak. Lantaran mengkritisi kelakuan pejabat yang haus pencitraan saat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu.

Contohnya ada anak yang memerankan sosok seorang politisi tengah memanggul beras, lalu ada pula yang menirukan seorang politisi menggunakan rompi. Serta ada yang menirukan seorang pejabat memberi bantuan dengan cara dilempar.

Wali Kelas 3 SD Muhamka Heri Priantoko mengatakan, pentas drama itu merupakan salah satu rangkaian lomba class meeting yang diselenggarakan pada Kamis (11/12). Tidak hanya drama, pihak sekolah juga menyelenggarakan berbagai lomba seperti puisi, tari tradisional, dan menyanyikan lagu daerah.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang donasi bagi korban banjir Sumatera bagian utara,” ujar Heri saat ditemui di SD Muhamka.

Heri mengungkapkan, awalnya anak-anak ingin ikut dalam lomba puisi. Namun agar seluruh siswa kelas tiga yang berjumlah 22 orang bisa semuanya terlibat, wali kelas pun memutuskan siswa tampil dalam dramatisasi puisi yang mengusung tema banjir Sumatera.

Pemilihan tema yang mengkritik kelakuan pejabat itu tidak datang tiba-tiba. Dia mengaku sudah berunding dengan siswa maupun orang tua melalui grup WhatsApp. Usai tidak ada masalah, akhirnya tema tersebut tetap dipentaskan dalam class meeting.

Berkat kemeriahan para siswa, anak-anak kelas tiga SD Muhamka pun berhasil meraih juara satu. Namun bukan itu yang penting. Sebab tujuan dari pentas itu adalah menumbuhkan empati siswa terhadap isu yang tengah terjadi di Sumatera. Sekaligus melatih kepekaan siswa untuk berpikir kritis.

Heri pun menyatakan, pihak sekolah memang sengaja mengunggah video tersebut ke media sosial. Ini agar publik semakin sadar bahwa generasi muda saat ini sangat kritis. Di sisi lain, harapannya juga menyadarkan para pejabat bahwa ada hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan di lokasi bencana.

“Kami berharap para pemangku kebijakan harus memberikan teladan yang baik. Malu lah sama anak-anak,” bebernya.

Pasca video tersebut viral, Heri tidak menampik memang menimbulkan pro dan kontra di media sosial. Beberapa komentar mendukung positif kegiatan anak-anak yang difasilitasi sekolah. Namun juga ada komentar miring yang menyebut bahwa anak-anak tidak pantas melakukan hal itu.

Terlepas dari itu, dia memastikan di lingkungan sekolah respons yang diterima sangat positif. Seluruh orang tua siswa kelas tiga sangat mendukung. Bahkan orang tua juga menjadi pihak yang ramai mengabarkan bahwa video pementasan itu telah di-repost oleh banyak tokoh penting.

"Kami memiliki tujuan untuk menumbuhkan empati anak terhadap isu yang kontekstual, melatih kepekaan, dan mengajak mereka berpikir kritis," tandas Heri. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#sumatera #Donasi #Tanah Longsor #pementasan #bencana banjir #Viral #sd muhammadiyah #media sosial #Class meeting #Jogja