Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Budaya Positif dan Komunikasi Terbuka, Kunci Utama Hentikan Bullying di Lingkungan Sekolah

Bahana. • Senin, 24 November 2025 | 19:55 WIB

Ilustrasi Bullying
Ilustrasi Bullying
Kasus bullying adalah tindakan perundungan yang bisa terjadi di berbagai lingkungan, terutama di sekolah, yang berdampak serius bagi korban, termasuk gangguan psikologis hingga konsekuensi fatal.

Psikolog Grace Eugenia Sameve, M. A., M. Psi., mengatakan bahwa upaya bullying harus menjadi tanggung jawab bersama oleh semua pihak, termasuk sekolah, guru, orang tua, dan seluruh yang terlibat dalam dunia pendidikan. 

Berikut sejumlah cara pencegahan bullying yang dapat dilakukan orang tua atau guru secara bersama:

1.Membangun Budaya Positif di Lingkungan Sekolah

Sekolah harus membudayakan perilaku saling menghargai,  berempati, dan sikap terbuka antara para siswa serta guru.

Upaya ini bisa dilaksanakan melalui organisasi program rutin yang menanamkan nilai-nilai karakter, seperti aktivitas kelas yang mendorong kolaborasi, diskusi mengenai empati, dan pelatihan pencegahan perundungan yang melibatkan seluruh siswa.

Ketika sikap-sikap positif ini sudah menjadi kebiasaan, kemungkinan terjadinya perundungan akan berkurang secara signifikan.

2. Menyediakan Sistem Pelaporan dan Penanganan Bullying yang Jelas

Sarana untuk mengajukan keluhan yang aman dan tidak memihak sangat penting dalam menghindari perundungan.

Anak-anak sering merasa ragu dan takut untuk melapor karena takut dicap sebagai pengadu atau akan menerima tindakan balasan dari pelaku bullying.

Oleh karena itu, sekolah harus menyediakan sistem pelaporan yang sederhana, rahasia, dan cepat respon. Sistem tersebut bisa berupa kotak keluhan, layanan bimbingan, nomor telepon darurat sekolah, atau langsung melaporkan kepada guru pendamping yang bertanggung jawab. 

3. Memantau Perubahan Perilaku Anak

Tanda anak terkena bullying sering kali terlihat dari perubahan perilaku, baik di rumah maupun di sekolah. Perubahan yang perlu diwaspadai mencakup anak yang mulai lebih tertutup, enggan untuk berangkat ke sekolah, kehilangan hasrat untuk belajar, atau menampilkan tanda-tanda kecemasan serta ketakutan.

Jika tanda-tanda ini muncul, penting bagi orang tua dan pengajar untuk berkolaborasi dalam mengidentifikasi penyebab masalah dan memberikan bantuan kepada anak.

4. Mengedukasi Guru dan Siswa Mengenai Dampak Bullying

Program pendidikan tentang efek psikologis dan sosial dari perundungan harus dilakukan secara berkesinambungan.

Siswa wajib menyadari bahwa perundungan bukanlah masalah sepele dan dapat menyebabkan trauma yang berkepanjangan. Guru pun juga perlu mendapatkan pelatihan agar mereka dapat mengenali gejala awal perundungan dan menangani masalah tersebut dengan cara yang tepat.

Dengan adanya pendidikan yang terorganisir, seluruh anggota sekolah bisa berkontribusi aktif dalam membangun suasana yang aman dan mendukung bagi setiap siswa. 

5. Memperkuat Hubungan Antara Orang Tua dan Sekolah

Pencegahan bullying dapat berhasil jika terdapat hubungan komunikasi yang baik dan saling percaya antara orang tua dan sekolah.

Kerja sama ini bisa diwujudkan melalui pertemuan rutin, pelatihan orang tua di sekolah, diskusi antara orang tua dan guru di kelas, serta forum komunikasi untuk orang tua. Semakin transparan nya komunikasi antara kedua pihak, semakin cepat masalah dapat dideteksi dan diselesaikan. 

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#Bullying di sekolah