Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah Vokasi UGM Resmikan Competency Test Center untuk Cetak Lulusan Bersertifikat Internasional

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 20 November 2025 | 15:40 WIB
Simbolis: Penandatanganan MOU dan Persemian CTC Sekolah Vokasi UGM di Gedung Departemen Ekonomi dan Bisnis UGM, Rabu (9/11).
Simbolis: Penandatanganan MOU dan Persemian CTC Sekolah Vokasi UGM di Gedung Departemen Ekonomi dan Bisnis UGM, Rabu (9/11).

 

JOGJA - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Internasional TUV Rheinland dan PT Indoasia Sinergi Sejahtera resmi membuka Competency Test Center (CTC) bagi para mahasiswa sarjana terapan. Hal itu untuk memunculkan calon pekerja yang bertalenta dan bersertifikasi sehingga mempunyai daya saing di dunia industri.

 

"Ada tiga prinsip untuk orang sukses yakni education, experience dan exposure," ujar Head Of Training and Personnel Certification TUV Rheinland Indonesia Dian Suprapto saat ditemui di Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) UGM, Rabu (19/11).

 Baca Juga: Bermodal Arit dan Konten Unik, Riyang Gati Buka Usaha Jual Rumput Daring, Jadi Solusi Panen Padi yang Merugi

Menurutnya, CTC yang saat ini sudah ada di Departemen Ekonomika dan Bisnis serta Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi UGM itu akan memenuhi prinsip exposure khususnya bagi mahasiswa maupun dosen. Mereka bisa mendapatkan sertifikat keahlian yang berstandar internasional sebagai pegangan mencari pekerjaan.

 

"Orang yang pinter dan berpengalaman kalau belum punya exposure nanti juga tidak kelihatan di market industri kerja, mereka tidak punya bukti," bebernya.

 

Materi CTC akan disesuaikan dengan kebutuhan industri kerja. Supaya para peserta ketika lolos dari uji kompetensi tersebut otomatis sudah siap menghadapi tantangan dunia kerja, terlebih dalam penyeuaian teknologi maupun digital.

 Baca Juga: Craving Junk Food, Menangkap Pesan yang Disampaikan Tubuh

CEO PT Indo Asia Sinergi Sejahtera Sapto Hariyono menyampaikan sertifikat yang didapatkan dalam keikutsertaan CTC fungsinya sama dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Bisa digunakan sebagai pendamping ijazah mahasiswa setelah lulus study. Selain ditujukan kepada para mahasiswa UGM, CTC tersebut juga bisa diakses mahasiswa di kampus lain di Jogja.

 

"Mereka akan mendapat semacam SKPI tapi ini standar Internasional," ujarnya.

 

CTC diharapkan dapat berdampak positif tidak hanya untuk mahasiswa vokasi tapi juga mahasiswa lain. Sebab, materi kompetensi juga beragam diantarannya data analitik, digital marketing dan sebagainya.

 Baca Juga: Bikin Merinding, Induk Ular Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter dan Telurnya Ditemukan di Bawah Teras Rumah Warga Klaten

"Kami ingin mahasiswa ketika lulus sudah punya kompetensi yang menempel," bebernya.

 

Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof. Agus Maryono menyambut baik kerjasama tersebut. Sebab, kerjasama itu diproyeksikan tidak hanya mendorong mahasiswa vokasi lebih berkompeten, namun juga membuka peluang bertambahnya para lulusan vokasi yang berdaya saing untuk membantu pembangunan Indonesia.

 

"Saat ini ada 7.800 mahasiswa vokasi, trahun depan target meningkat jadi 8.500 dan setiap tahunnya diharapkan bisa meningkat lagi," ujarnya.

 Baca Juga: Flyover dan Semiunderpass Canguk Magelang Sudah Diresmikan dan Beroperasi Hampir Setahun, Kini Masih Sisakan Masalah Sertifikat Lahan

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar seluruh kegiatan magang mahasiswa vokasi di sebuah perusahaan mendapatkan upah. Sebab, upah tersebut sebagai suatu penghargaan dan bentuk profesionalisme baik untuk perusahaan maupun anak magang.

 

"Kalau ada upah, nanti anak magang juga akan lebih banyak mendapatkan ilmu teknisnya karena perusahaan memperlakukan mereka secara profesional dengan target perusahaan," jelasnya. (oso)

Editor : Heru Pratomo
#sarjana terapan #CTC #sekolah Vokasi UGM #lembaga sertifikasi #ekonomi dan bisnis #TUK