Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MAN 2 Kulon Progo Miliki Ekstrakurikuler Sinematografi, Bukan Sekolah Kejuruan, tapi Adaptif dengan Zaman

Anom Bagaskoro • Minggu, 9 November 2025 | 16:10 WIB
FOKUS: Siswa MAN 2 Kulon Progo mengasah keterampilan saat ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.
FOKUS: Siswa MAN 2 Kulon Progo mengasah keterampilan saat ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.

KULON PROGO- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo memiliki cara unik mengembangkan keterampilan siswanya. Mengikuti perkembangan media sosial, sekolah di bawah bimbingan Kementerian Agama ini memiliki ekstrakurikuler sinematografi. Hasil dari ekstrakulikuler ini, bahkan telah diakui dengan terwujudnya beragam prestasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kulon Progo Dwi Rina Yunianti menyebut, sekolah tempat mengabdinya bukan sekolah kejuruan. Namun, tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan minat dan keterampilan siswanya.

 Baca Juga: DED Baru Dirancang, DPUPKP Bantul akan Ajukan Dana Rehabilitasi Irigasi ke Pusat: Demi Menjaga Produktivitas Pertanian

"Kami memiliki mata pelajaran keterampilan desain komunikasi visual (DKV), sedangkan ekstrakurikulernya sinematografi," ucap Rina Jumat (7/11).

Rina menjelaskan, mata keterampilan sekolah desain komunikasi visual, mengajak siswa belajar mengenai penggunaan media. Mata pelajaran pilihan ini, kerap kali menjadi pilihan siswanya yang berminat dalam hal kejuruan. Kebanyakan dari siswa, memilih mapel ini karena tidak memiliki niatan untuk melanjutkan kuliah. Mereka lebih memilih ilmu terapan yang dapat digunakan langsung untuk bekerja.

 Baca Juga: Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Disebut Sering Dibully, Tuliskan Nama Teroris di Senjatanya

Dari kondisi inilah, tercetus ekstrakurikuler sinematografi. Ekstrakurikuler ini sengaja dibuat untuk mengakomodasi minat siswa. Bagi siswa yang tetap ingin berkuliah, sambil mengasah keterampilan, ekstrakulikuler ini menjadi pilihan. Lantaran, kegiatan di luar pembelajaran ini memuat sejumlah materi yang mirip dengan mata pelajaran audio visual.

"Sebenarnya hampir mirip, hanya saja sinematografi ini fokusnya produksi media yang memiliki segmentasi khusus," ungkapnya

 Baca Juga: Duh, Dinkes Kota Jogja Temukan Ratusan Balita Terjangkit TBC, Ada Yang Tertular dari Tukang Sayur

Dalam ekstrakurikuler ini, siswa diajak mempelajari seni dari pembuatan media. Lebih fokus lagi, media terfokus pada konten media sosial, dan visual bergerak lainnya. Keberadaan ekstrakurikuler ini, merupakan upaya menghadapi kemajuan zaman. Lantaran, banyak materi mengenai media sosial diperoleh dari sini.

 

Ekstrakulikuler yang diikuti 25 siswa ini, mengajarkan teknik pengambilan gambar hingga produksi dan menayangkannya menjadi produk visual. Setiap minggunya, ekstrakurikuler diadakan selama sekali dengan waktu di luar jam pelajaran.

 

"Pertemuannya setiap sabtu, materinya berbeda dan nantinya siswa diajak membuat produksi," ungkapnya.

 

Tak sekadar belajar, siswa yang mengikuti kegiatan diajak berkarya. Lantaran, setiap tahunnya siswa diharapkan dapat memproduksi satu karya secara kelompok ataupun individu. Dalam hal ini, hasil karyanya dapat berupa film atau konten video berdurasi pendek.

 

Hasil dari produksi tak sekadar dimasukkan dalam album sekolah. MAN 2 Kulon Progo juga memfasilitasi siswanya untuk mengikuti lomba pembuatan video melalui ekstrakurikuler. Dari situlah, prestasi siswanya dapat terekam. Terakhir kali, MAN 2 Kulon Progo berhasil menyabet penghargaan sebagai finalis lomba video konten literasi tingkat DIY 2025. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ekstrakurikuler #MAN 2 Kulon Progo #sinematografi #teknologi #Siswa #MAN #madrasah aliah negeri #keterampilan