Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kehutanan ini Raja Juli membawakan materi Menjaga Hutan, Menata Masa Depan Refleksi Program dan Capaian Kementerian Kehutanan 2024-2025.
Salah satu fokusnya adalah rencana perbaikan taman nasional. Agar nantinya bisa menjadi ecotourism berkelas dunia.
Dia yakin, selama keanekaragaman satwa terjaga dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya baik maka akan melahirkan destinasi bertaraf internasional.
"Prinsip kami adalah zero waste zero accident," terangnya.
Dia mencontohkan di Gunung Rinjani, bawaan pendaki dihitung. Begitu pula saat kembali turun. Apabila datanya tidak sesuai maka akan dikenakan penalti.
Program lainnya adalah restorasi taman nasional way kambas. Terdiri dari restorasi hutan di lahan kritis yang membutuhkan perlakuan khusus.
Sekaligus convervation tourism untuk meningkatkan daya tarik wisata dengan tetap menjaga nilai konservasi hutan. Luasan zona restorasi ini mencapai 29,403 hektare.
"Sebagai langkah mitigasi konflik gajah dengan manusia kami juga buat program peusangan elephant conservation initiative atau Peci Aceh," tambahnya.
Hal ini mengingat kantong gajah di Pulau Sumatera yang tinggal 22 lokasi saja. Padahal, dulunya mencapai 48 kantong.
Upaya lain adalah translokasi badak jawa di taman nasional ujung kulon.
Program ini dilakukan lewat pengembangan assisted reproductive technology atau bayi tabung.
Di sini sperma dan ovum badak disimpan di biobanking.
"Jadi kalau punah masih menyimpan studi genetiknya, bisa dikembangbiakan lagi," katanya. (del)
Editor : Bahana.