Di kawasan Kampus Utama UAD Ringroad Selatan berdiri megah Museum Muhammadiyah, yang kini tercatat sebagai museum Muhammadiyah terbesar di Indonesia.
Bangunan yang sepenuhnya difungsikan sebagai museum ini tak hanya sekadar ruang dokumentasi, tapi juga hadir sebagai pusat pembelajaran dan wisata edukasi.
Di dalamnya tersaji perjalanan panjang Muhammadiyah, mulai dari sejarah berdiri, kiprah tokoh-tokoh besar, hingga perannya dalam mengembangkan peradaban Islam di tanah air.
Memasuki lantai pertama, pengunjung seakan diajak menyusuri lorong waktu. Arsip, dokumen, dan benda bersejarah tertata rapi, menggambarkan peran besar KH Ahmad Dahlan bersama para tokoh awal ketika mendirikan Muhammadiyah di era kolonial.
Nuansa tempo dulu begitu terasa, seolah membawa kembali ke awal abad ke-20, saat gerakan ini lahir di Yogyakarta.
Naik ke lantai atas, suasana berubah lebih modern. Koleksi di bagian ini menyoroti perkembangan organisasi, termasuk kiprah Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muhammadiyah, serta lembaga-lembaga lain yang berada di bawah persyarikatan.
Berbagai media interaktif, infografis, dan instalasi digital membuat penyampaian informasi terasa lebih hidup, sekaligus ramah bagi generasi muda.
Museum Muhammadiyah menjadi bukti kesungguhan persyarikatan dalam merawat sejarah dan menularkan nilai perjuangan kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar menyimpan koleksi, tempat ini menghadirkan inspirasi tentang kontribusi organisasi Islam dalam membangun bangsa.
Sayangnya, meski menyandang predikat museum Muhammadiyah terbesar, keberadaannya masih jarang tersorot publik. Padahal lokasinya sangat strategis, tepat di jantung kampus modern UAD Ringroad Selatan.
Bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat jejak perjuangan Muhammadiyah, museum ini layak jadi destinasi pilihan.
Sebuah hidden gems yang bukan hanya menyimpan benda bersejarah, tapi juga menyuguhkan kisah perjuangan, pemikiran, dan cita-cita besar demi kemajuan umat dan bangsa.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh