JOGJA - Setiap Jumat, SDN Puro Pakualaman 1 Jogja berubah jadi arena seru untuk belajar bahasa Inggris. Kegiatan bernama Fun English ini sudah menjadi rutinitas yang dinanti-nanti para siswa kelas 4, 5, dan 6. Berada di kawasan Pakualaman, sekolah ini terpilih menjadi salah satu Sekolah Tunas Unggul oleh Wali Kota Jogja.
Di kelas, suasana sangat hidup. Para siswa antusias menjawab pertanyaan, bahkan berebut maju ke depan untuk menunjukkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Kegiatan ice breaking dengan lagu-lagu berbahasa Inggris membuat suasana semakin ceria dan menyenangkan.
Bahasa Inggris yang diajarkan pun sederhana, sehingga anak-anak merasa nyaman belajar tanpa beban.
Nino, salah satu peserta, mengungkapkan, ”Senang banget bisa belajar bahasa Inggris sambil bermain.” Temannya, Nyanya, menambahkan, ”Seru dan asik karena nggak cuma belajar, tapi juga main.”
Ide Fun English berawal dari keinginan Pemkot Jogja untuk menciptakan sekolah-sekolah unggulan, tidak hanya dari segi akademik, tapi juga karakter, budaya, dan penguasaan bahasa asing. Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara sekolah favorit dan bukan favorit, memastikan setiap anak punya kesempatan sama untuk berkembang.
Guru SDN Puro Pakualaman 1 Fauzan Ashikin menyebut, kegiatan Fun English ini tidak hanya melibatkan anak-anak saja. Para guru juga terlibat secara bergilir untuk menyampaikan materi dan mendampingi.
Sekolah berharapan anak-anak minal bisa menggunakan bahasa Inggris untuk mengobrol. Dia tidak mempermasalahkan soal grammar karena masih anak-anak. ”Paling tidak jika diajak mengobrol bahasa Inggris yang dasar sudah paham. Mengingat kita juga berada di area wisata, kemungkinan bertemu orang asing itu sangat besar” ujar Fauzan.
Ke depannya, sekolah berharap kegiatan Fun English di SDN Puro Pakualaman 1 Jogja berencana akan mengadakan kegiatan di luar sekolah. Di tempat wisata yang ada di Kota Jogja. ”Sehingga harapannya bisa bertemu langsung dengan turis kemudian bisa berbicara dan dan bercerita dengan bahasa Inggris walaupun di taraf yang masih sederhana,” kata Fauzan.
Selain Fun English yang digelar tiap Jumat, sekolah juga rutin mengadakan kegiatan belajar berbicara bahasa Inggris setiap Selasa, dengan bantuan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan. ”Harapannya bisa berkomunikasi dengan wisatawan asing dan menunjukkan budaya kita. Ini juga bagian dari meningkatkan kualitas sekolah,” tuturnya.
Pengawas dan pendamping seko- lah wilayah Kemantren, Pakualaman, dan Umbulharjo Susilastuti menambahkan, pembelajaran berbicara dalam bahasa Inggris ini merupakan upaya Disdikpora Kota Jogja yang berkeinginan semua anak SD harus mulai belajar bahasa Inggris, meski hanya komunikasi sederhana. (Maria Florida Namus, Oliviera Nawang Prastiwi)