BANTUL - Tak hanya berfokus pada kecerdasan akademik saja, SD Negeri (SDN) 2 Wojo Bantul terus menunjukkan geliat sebagai institusi pendidikan.
Sekolah ini berkomitmen mewujudkan siswa yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, berbudaya istimewa, dan berwawasan lingkungan dalam bingkai visi yang menjunjung tinggi inklusifitas.
Sejumlah program dihadirkan, unik dan terintegrasi. Meliputi aspek lingkungan, kesehatan, budaya hingga kewirausahaan.
Kepala Sekolah SDN 2 Wojo Angling Indri Asmoro mengatakan, salah satu program unggulannya ialah inovasi Zero Sampah dan Gerakan Lingkungan Adiwiyata. Program ini dicanangkan untuk mendukung proram bebas sampah dari Pemkab Bantul.
"Jadi di sini sudah tidak ada sampah. Karena zero sampah, maka sampah yang dibawa anak itu tanggung jawab dari anak itu sendiri," katanya Jumat (26/9/2025).
Angling menjelaskan zero sampah menjadi bagian untuk mendukung program adiwiyata. Impelementasinya dilakukan melalui program Sedekah Sampah.
Siswa diajak berpartisipasi menyumbang sampah seperti botol plastik setiap hari Jumat.
Tak sekadar menyumbangkan, mereka juga diajarkan memisahkan tiga komponen, yakni tutup botol, label, dan botol itu sendiri.
Hal ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pemilahan dan pengolahan daur ulang sejak dini.
"Itu ngajarin anak bahwa dari ketiganya mereka bisa olah dan bisa dijual lagi," jelasnya
Selain itu, ada pula program unggulan SDN 2 Wojo lainnya, yakni Gemas (gerakan makan sehat) dan Asmat (aku suka makanan tradisional).
Program ini untuk mendorong siswa membawa bekal makanan sehat dari rumah yang dimasak sendiri, seperti sayur dan lauk, serta tidak boleh instan.
Sementara program Asmat hadir sebagai bentuk keprihatinan kepala sekolah terhadap minimnya pengetahuan anak tentang makanan tradisional.
Sehingga dalam program ini siswa dikenalkan dan didorong untuk menyukai makanan seperti apem, ubi-ubian, telur rebus, dan gethuk, untuk menggantikan makanan 'high process' seperti nugget yang kurang bergizi.
Diharapkan program itu dapat berlanjut secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas.
Tidak hanya bagi murid dan guru, tetapi juga bagi warga sekitar. Hal itu sejalan dengan keyakinan bahwa pendidikan yang baik harus menyeimbangkan antara pengetahuan dan karakter yang unggul.
"Semoga kelak akan memicu lahirnya program-program unggulan baru yang lebih baik lagi," harapnya.
Terletak di Jalan Parangtritis KM 5, Druwo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, sekolah yang memili 150 siswa ini juga merupakan sekolah dasar negeri yang telah diakui kualitasnya dengan predikat Akreditasi A.
Memiliki delapan guru aparatur sipil negara (ASN), serta tenaga pengajar dan kependidikan non-ASN lainnya.
Terakreditasi sejak 4 Desember 2018 silam dengan Nomor SK 04.01/BAN-SM-P/TU/XII/2018, SDN 2 Wojo memiliki luas tanah mencapai 3.080 meter persegi. Ini menandakan lingkungan sekolah yang luas dan nyaman untuk menunjang proses belajar mengajar.
Sekolah yang berdiri sejak 16 April 2008 silam ini juga memiliki fasilitas lengkap dan memadai, didukung oleh akses internet dan sumber listrik PLN.
SDN 2 Wojo juga menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan optimal.
"Semua siswa bisa masuk ke sini, bukan agama tertentu. Karena kami memiliki prinsip sekolah yang inklusif," tambahnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita