Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belajar Tak Hanya di Kelas, Dididik lewat Aksi Bersih, Gerakan Reresik Sekolah tiap Jumat Wage di Sekolah-Sekolah Kota Jogja

Magang • Senin, 22 September 2025 | 14:00 WIB

Sejumlah pelajar SMP Negeri 8 Kota Jogja membersihkan lingkungan sekolah mereka saat program ”Reresik Sekolah Jumat Wage”, Jumat (19/9/2025). Kegiatan yang diinisiasi Disdikpora Kota Jogja.
Sejumlah pelajar SMP Negeri 8 Kota Jogja membersihkan lingkungan sekolah mereka saat program ”Reresik Sekolah Jumat Wage”, Jumat (19/9/2025). Kegiatan yang diinisiasi Disdikpora Kota Jogja.
RADAR JOGJA - Tiap 35 hari, tepatnya di Jumat Wage, warga sekolah di Kota Jogja diajak melakukan reresik sekolah.

Dalam waktu setengah hingga sejam mereka akan bekerja bakti melibatkan siswa, guru hingga karyawan sekolah. Tak sekedar bersih-bersih sampah tapi juga upaya mewujudkan kepedulian lingkungan.

Seperti di SD Tarakanita Bumijo 1 Jogja. Selain membawa alat kebersihan, seperti sapu, sulak hingga pel, juga mendapatkan tanaman. Untuk pengelolaan sampah dilakukan dengan memilah sampah sesuai jenisnya.

Sampah-sampah plastik didaur ulang menjadi kerajinan baru yang kreatif. “Contohnya membuat lampu dari kaleng, bunga dari plastik, dan kreasi dari botol bekas seperti pesawat” ujar duta lingkungan sekolah SD Tarakanita 1 Bumijo Denzel, Jumat (19/9/2025).

“Kami juga membuat maket dari kardus, kertas-kertas dan barang bekas. Terus kami juga buat kotak pensil dari kardus bekas bungkus makanan” tambah duta lingkungan sekolah lainnya Kiora.

Sedangkan sampah-sampah organik diolah menjadi berbagai jenis pupuk kompos untuk mencukupi pemupukan tanaman di sekolah.

RaWaT  TanaMan:  Siswa SD  Tarakanita  Bumijo 1 Jogja  merawat salah  satu tanaman  yang tumbuh  di lingkungan  sekolah dalam  kegiatan  Reresik  Sekolah,  Jumat (19/9)
RaWaT TanaMan: Siswa SD Tarakanita Bumijo 1 Jogja merawat salah satu tanaman yang tumbuh di lingkungan sekolah dalam kegiatan Reresik Sekolah, Jumat (19/9)

Sekolah juga memiliki jagoan lingkungan sebagai pelopor utama kecintaan lingkungan bagi teman-teman lainnya. Dalam hal ini, mereka bertugas untuk mengajak siswa siswi lain untuk terlibat aktif dalam mewujudkan kepedulian lingkungan.

Wujud kepedulian lingkungan diupayakan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih. Tetapi, para jagoan lingkungan secara rutin bergilir melakukan kegiatan menyiram tanaman dan membersihkan halaman sekolah saat jam istirahat.

SD Tarakanita 1 Bumijo menanam berbagai tanaman, mulai dari tanaman hias sampai pada tanaman herbal.

Di sekolah ini kebetulan ada pengolahan sampah yang berupa pembuat pupuk dari daun-daun dan lain-lain. Kemudian sampah organik kami buat jadi pupuk kompos samuntar (Sampah Daun Tarakanita) yang wujudnya padat.

“Pernah pula kami membuat pupuk kompos Samatar (Sampah Makanan Tarakanita) yang wujudnya cair. Kami juga membuat pupuk eco-enzyme yang sekarang baru ngetren.

Terakhir kami membuat pupuk kompos Losida (Lobang Sisa Dapur) dengan media paralon yang dilubangi lalu ditanam ditanah.” ujar guru pendamping jagoan lingkungan dan pegiat lingkungan SD Tarakanita 1 Bumijo Thomas Mardiono.

Berbeda dari sekolah lain, SD Tarakanita 1 Bumijo juga punya cara unik dalam memberikan reward kepada siswa siswi. Siswa siswi yang berhasil meraih nilai 100 dalam setiap asesmen akan mendapatkan satu tanaman.

Hasilnya siswa siswi yang berlomba-lomba untuk meraih nilai 100 agar mendapatkan tanaman. Bahkan jumlah siswa siswi yang meraih nilai 100 semakin meningkat.

Sedang di TK Fawwaz Global Islamic School (GIS) Jogja, gerakan reresik sekolah dilakukan dengan gerakan kerja bakti oleh anak-anak dan didampingi oleh pengajar.

Kegiatan bersih-bersih pun tidak hanya menyasar ruang kelas. Namun juga halaman luar hingga ruang guru dan lobi resepsionis sekolah. Kepala TK Fawwaz GIS Barokah Desiyanti mengatakan, gerakan ini menjadi salah satu cara membiasakan anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Desi menyampaikan, penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan dan kebersihan memang menjadi salah satu materi pokok di TK Fawwaz GIS. Selain melalui Jumat Wage pihaknya juga rutin menerapkan jadwal piket dan edukasi membuang sampah pada tempatnya.

Dia berharap, program Gerakan Resik-resik Sekolah yang dilakukan digelorakan oleh Pemkot Jogja bisa mendapat dukungan. Misalnya dibantu oleh instansi pemerintahan yang berada Jalan Ipda Tut Harsono.

Kerjasama antara TK Fawwaz GIS dengan instansi pemerintah yang bersebelahan sangat penting. Salah satunya dapat membantu menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada anak-anak.

“Ketika kanan kiri kami bareng-bareng kerja bakti semuanya, tentu dapat ikut mengedukasi anak-anak,” jelas Desi.

Di SMPN 8 Jogja, kepala sekolah Binarsih Sukaryanti menyatakan jika program Jumat Wage yang dicanangkan oleh Pemkot Jogja sangat membantu terkait kebersihan lingkungan yang ada di dalam sekolah. 

Program Jumat Wage ini sejalan dengan program keberhasilan yang sudah berjalan di SMPN 8 Jogja. Nama program itu adalah Gelizs (Gerakan Literasi Zero Sampah) Bawara.

Sehingga harapnya anak-anak itu tidak hanya memilah sampah, kemudian mengolahnya saja, tapi anak-anak juga diharapkan paham soal literasi yang berkaitan denhan kebersihan lingkungan. 

"Jadi dia (siswa) memiliki keinginan untuk belajar lebih banyak lagi, pengetahuan, wawasan tentang lingkungan yang kaitannya dengan sampah ini," ucapnya. 

Menurut Binarsih jika para siswa atau anak-anak sudah paham wawasan mengenai lingkungan, harapannya bisa melakukan sesuatu untuk menjaga lingkungan.

"Sebenarnya langkah-langkah yang ada di Gelizs Bawara SMPN 8 itu sama persis dengan Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang ada di Kota Jogja," katanya. 

Binarsih pun juga berharap supaya ke depan program Jumat Wage dari Pemkot Jogja ini bisa terus dilaksanakan. Sebab baginya program itu sangat bermanfaat, tidak hanya untuk lingkungan sekolah saja, tetapi juga untuk masyarakat Kota Jogja. 

"Yang dibutuhkan untuk membuat anak-anak belajar nyaman, guru mengajar juga dengan nyaman lingkungan yang bersih rapi dan tertata itu menjadi kebutuhan," tuturnya. (ayu/inu/mg3/mg4/pra)

 

Editor : Herpri Kartun
#SD Tarakanita 1 Bumijo #Kota Jogja #SD Tarakanita Bumijo 1 #reresik sekolah #Mas JOS #asesmen #sampah organik #Gerakan Literasi Zero Sampah #jumat wage #tanaman #Binarsih Sukaryanti #kerja bakti #TK Fawwaz #Global Islamic School #Pemkot Jogjakarta #Pemkot Jogja #Gelizs #Sampah #siswa siswi #Masyarakat Jogja Olah Sampah #Denzel #Daur Ulang