BANTUL – DPRD Bantul memastikan anggaran seragam sekolah untuk peserta didik baru SD dan SMP baik negeri maupun swasta, serta TK negeri, masuk dalam APBD 2026.
Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah menyebut, jumlah penerima bantuan seragam diperkirakan mencapai 12 ribu siswa. “Hitungannya sekitar 12 ribu siswa untuk SD, SMP negeri dan swasta, dan TK negeri” jelas Herry Minggu (17/8).
Dari hasil pembahasan ada dua skema yang disiapkan yaitu seragam jadi atau berupa kain. Namun Komisi D DPRD Bantul mendorong agar bantuan diberikan dalam bentuk kain.
“Kami pribadi mendorong agar wujudnya kain saja. Untuk menjahit tidak termasuk, karena kalau ada ongkos jahitnya itu masuk persoalan peng-SPJ-annya susah,” terangnya.
Anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai sekitar Rp 5 miliar. “Sekitar 12 ribu siswa baru tahun ajaran 2026/2027 akan mendapat seragam gratis,” papar Herry.
Lebih lanjut Herry menjelaskan anggaran seragam ini merupakan bagian dari alokasi pendidikan dalam APBD 2026 yang secara global mencapai sekitar Rp 700 miliar.
Namun, kata dia, efisiensi anggaran tetap dijalankan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Awal pembahasan anggaran defisitnya sekitar 14,45 persen, kemudian diputuskan melalui nota kesepahaman antara Bupati dan DPRD Kabupaten Bantul menjadi 10,91 persen.
Menurut Herry, defisit tersebut masih dalam batas wajar. “Tapi faktualnya nanti kami dorong defisit maksimal di angka Rp 1 miliar, itu wajar saja," jelasnya. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo