Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tenaga Pendidik Full Senyum! Negara Beri Apresiasi Jelang Kemerdekaan RI Ke-80 : Program Insentif hingga BSU untuk Guru Non-ASN dan Pendidik Nonformal

Bahana. • Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:01 WIB

Program Insentif hingga Bantuan Subsidi Upah bagi guru non-ASN dan pendidik nonformal oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam mencerdaskan genera
Program Insentif hingga Bantuan Subsidi Upah bagi guru non-ASN dan pendidik nonformal oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam mencerdaskan genera
RADAR JOGJA - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pemerintah memberikan “kado manis” bagi guru non-ASN dan pendidikan nonformal di seluruh Indonesia.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disalurkan program insentif dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai wujud apresiasi serta kepedulian kepada para pendidik yang selama ini bekerja dalam keterbatasan.

Program ini memberikan manfaat bagi lebih dari 341 ribu guru non-ASN dan pendidik PAUD non-formal.

Guru non-ASN yang belum mempunyai sertifikat pendidik menerima insentif sebesar Rp2,1 juta per tahun sedangkan pendidik PAUD nonformal memperoleh bantuan subsidi upah Rp2,4 juta per tahun.

Meski nilainya tidak langsung mengubah nasib secara drastis, bantuan ini sangat berarti terutama bagi guru di bagian pelosok yang telah lama mengajar tanpa kepastian status maupun jaminan penghasilan tetap.

Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening yang dibuka oleh pemerintah dan guru hanya mengaktifkannya melalui laman Info GTK.

Dana akan cari meski pencairannya bertahap, dengan batas waktu aktivasi hingga akhir bulan Januari 2026 mendatang agar para guru tidak kehilangan haknya.

Di balik program inilah terselip kisah perjuangan yang menarik perhatian publik, salah satunya bernama Yul Fahmi seorang guru honorer di PAUD Latifa, Banda Aceh.

Mendengar kabar adanya insentif dari pemerintah terlihat dari raut wajahnya pun langsung berbinar.

“Kami sangat bersyukur sudah dapat bantuan dari Bapak Menteri, sangat membantu kami, bagi guru honorer.” Ungkap Yul Fahmi dengan mata berkaca - kaca.

Sekolah PAUD Latifa di Banda Aceh tersebut juga berharap kepada pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa program ini bukan semata bantuan dana saja, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi dan peran guru non-ASN serta pendidik nonformal dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Pemerintah juga berharap program ini memotivasi guru untuk meningkatkan profesionalisme melalui program Pendidikan Profesi Guru atau dikenal dengan PPG guna memperoleh sertifikasi resmi dan membuka peluang karir yang lebih luas di masa depan.

Pemerintah menerapkan sistem pemadanan data antara Data Pokok Pendidikan (Dapodik), BPJS Ketenagakerjaan, dan Kementerian Sosial untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, hanya kepada penerima yang memenuhi kriteria serta tidak mendapatkan bantuan lainnya seperti Program Indonesia Pintar ataupun bantuan dari lembaga lain.

Di tengah tantangan dunia pendidikan, langkah sederhana ini memberi dampak besar khususnya bagi para pendidik yang selama ini bekerja dalam senyap.

Mereka yang tidak tersorot media maupun tak berstatus pegawai negeri, namun setiap hari tetap mengajar di kelas. Meski statusnya tidak setinggi dengan PNS, semangat mereka tetap sebanding dengan itu.

Kado dari negara ini membuktikan bahwa perubahan tidak selalu hadir dalam wujud besar; terkadang ia datang sederhana berupa perhatian, pengakuan, dan kabar yang menegaskan mengenai perjuangan mereka tak pernah sia - sia.


Penulis : Putri Endina Eka Cahyani

 

Editor : Bahana.
#Bantuan Sosial #hut ri #BSU #Guru Non ASN