JOGJA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja menyebut warung dan lapangan jadi lokasi favorit siswa yang bolos sekolah. Terbaru, satpol PP menangkap enam pelajar.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Jogja Budi Santosa mengatakan, operasi bina belajar berlangsung pada April, Mei, dan Juni. Hasilnya enam pelajar yang membolos diamankan pada dua lokasi.
Yakni berada pada sebuah warung di Jalan Cantel Baru dan Jalan Cendana, Kemantren Umbulharjo. “Terdiri dari empat siswa dari SMK swasta dan dua siswa dari SMA swasta,” ujar Budi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (1/8).
Menurut Budi, aktivitas siswa nongkrong di luar jam pelajaran memang dilarang. Sebab sudah diatur dalam Peraturan Daerah DIJ Nomor 2 tahun 2017 tentang ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Pelajar yang kedapatan membolos pun langsung diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Lalu diserahkan pembinaannya kepada sekolah lewat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ.
“Untuk siswa yang membolos langsung dikonfirmasi lewat bagian kesiswaan agar dibina,” jelas Budi.
Budi membeberkan, tempat-tempat yang digunakan oleh pelajar membolos selama tahun lalu juga beragam. Pasalnya ada pelajar yang diamankan di warung burjo, angkringan, hingga toko kelontong.
Bahkan ada juga yang membolos di ruang terbuka seperti Lapangan Minggiran dan Mancasan. “Kegiatan patroli rutin kami lakukan dengan menyasar tempat-tempat rawan,” katanya.
Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat menyampaikan, pihaknya berupaya menanamkan kedisiplinan sejak dini.
Baca Juga: Progress Pembangunan Jalan Prambanan-Gayamharjo 50 Persen, Target Akhir Tahun Tambah 1,5 Km
Yakni lewat program Pantib for School yang merupakan turunan dari program Kampung Panca Tertib.
Octo mengungkap, sampai saat ini sudah ada 24 sekolah yang sudah menjadi dilakukan kegiatan Pantib for School. Sebagian besar sekolah yang disasar merupakan sekolah swasta dari tingkat TK, SD, dan SMP.
“Setiap tahun kami targetkan ada penambahan lima sekolah,” bebernya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo