Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asah Kreativitas dan Pemikiran Kritis Para Siswa, Tim USD Jogjakarta Kenalkan Robotik di Madrasah Desa

Fahmi Fahriza • Sabtu, 19 Juli 2025 | 04:00 WIB
PENDIDIKAN INKLUSI: Tim pengabdian masyarakat Universitas Sanata Dharma (USD) mengenalkan pelatihan robotik dan pemrograman di sekolah.
PENDIDIKAN INKLUSI: Tim pengabdian masyarakat Universitas Sanata Dharma (USD) mengenalkan pelatihan robotik dan pemrograman di sekolah.

JOGJA - Pendidikan berbasis teknologi kian penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Namun bagi sekolah-sekolah pinggiran seperti MTs Guppi Jatiroto, Wonogiri, keterbatasan fasilitas menjadi kendala nyata. Melihat kesenjangan itu, tim dari Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta menggelar program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan robotik dan pemrograman.


Mengusung tema Belajar Robotik dan Coding untuk Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Siswa, pelatihan dipimpin Ir Eko Arianto bersama tim dosen Ir Agus Siswoyo, Ir Ant Hendro Noviyanto dan Agatha Mahardika. Juga didampingi dua mahasiswa.


Eko mengungkapkan, meski sebagian besar siswa belum pernah menggunakan komputer, antusiasme mereka sangat tinggi, dan justru menjadi kekuatan utama pengabdian masyarakat tersebut. "Kami ingin buka cakrawala mereka agar berani bercita-cita jadi insinyur atau ilmuwan. Mereka baru pertama menyentuh robot, tapi semangatnya luar biasa," ujar Eko Jumat (18/7).


Diakui, program ini juga memberi inspirasi bagi para guru untuk mulai menerapkan pendekatan science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM) dalam pembelajaran sehari-hari. Meskipun dengan sarana yang sederhana.


Eko berkeyakinan, pendekatan ini dapat mengasah kreativitas dan pemikiran kritis siswa, sekaligus memperkenalkan teknologi sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata.


Ke depan ia menegaskan komitmennya untuk terus bisa menjangkau desa-desa dan menghadirkan pendidikan yang transformatif, bukan hanya di kota besar.


"Ini awal kolaborasi berkelanjutan, sehingga akses pendidikan teknologi tidak lagi menjadi hak istimewa, tapi bagian dari pemerataan pendidikan yang berkualitas," sebutnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Guppi Jatiroto Sutarno mengakui keterbatasan yang dihadapi sekolahnya. Mayoritas guru adalah tenaga honorer, dan siswa berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.


"Kami tidak punya banyak fasilitas, tapi kami percaya pendidikan bisa mengubah masa depan anak-anak. Tim Universitas Sanata Dharma memberi kami harapan baru," katanya.


Ia juga menyoroti pelatihan menggunakan metode pemrograman berbasis blok dengan robot edukasi sederhana itu juga menarik perhatian semua siswa. Termasuk siswa berkebutuhan khusus yang bersemangat memprogram robot.


"Ini membuktikan bahwa kesempatan belajar teknologi seharusnya inklusif dan merata," ungkapnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#fasilitas #usd #bertema #teknologi #coding #generasi muda #belajar #Robotik #Ekonomi