Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wacana Lima Hari Sekolah Tuai Protes KONI Purworejo: Atlet dan Pelatih Bisa Kelelahan

Muhammad Hafied • Sabtu, 19 Juli 2025 | 04:28 WIB

 

Ketua Koni Sumaryanto beserta jajaran mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Purworejo.
Ketua Koni Sumaryanto beserta jajaran mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Purworejo.

 

PURWOREJO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purworejo ikut resah dengan munculnya wacana lima hari sekolah. Jika dipaksakan program ini dinilai akan mengganggu pembinaan atlet. Ujungnya tidak begitu menguntungkan bagi dunia olahraga di Purworejo.

Ketua KONI Purworejo Sumaryanto menyatakan, pelaksanaan lima hari sekolah menjadi beban berat bagi atlet dalam mengejar prestasi. Sebab tenaga dan fikiran atlet banyak terkuras di sekolah seiring pemadatan jam pembelajaran. "Sekolah lima hari siswa pulang lebih lama. Pasti tidak fokus latihan," ujarnya, saat rapat dengar pendapat di DPRD Purworejo, Kamis (17/7).

Sumaryanto menegaskan, mayoritas atlet di Purworejo berangkat dari kalangan pelajar. Sehingga kebijakan lima hari sekolah bukan jalan terbaik untuk peningkatan kualitas atlet. Dia menaruh harap pemerintah daerah sebagai perumus kebijakan nantinya dapat berhitung cermat dengan memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan.

Dia tak ingin dunia olahraga menjadi korban akibat kebijakan lima hari sekolah. Oleh karena itu pemerintah daerah perlu mengkaji secara komperehensif sebagai pijakan sebelum mengambil keputusan. "Kami juga bingung wacana sekolah lima hari yang dibicarakan hari ini muncul di berbagai daerah. Harus disikapi serius," ungkapnya.

Selain atlet, sebut Sumaryanto, dampak negatif kebijakan lima hari sekolah juga akan dirasakan guru olahraga yang kebanyakan ditunjuk sebagai pelatih berbagai macam cabang olahraga. Pola latihan yang diterapkan dipastikan tidak optimal akibat waktu pelatih terkuras sejak pagi. "Kalau diterapkan, nanti guru olahraga mau melatih sudah letih duluan," pungkasnya.

Sekadar informasi, polemik wacana lima hari sekolah ini bergulir buntut dari usulan PGRI Purworejo. Di mana wadah para guru mengusulkan wacana tersebut merujuk dasar yuridis berupa Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Lalu dipertegas melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#lima hari sekolah #atlet pelajar #kelelahan #KONI #DPRD #Olahraga #pelatih #Purworejo