Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SD Swasta Paling Diminati di Yogyakarta, Lur! Untuk Sekolah Di SD Muhammadiyah Sapen, Orang Tua Calon Siswa Inden Mendaftar Sejak Anak Usia 1 Bulan

Fahmi Fahriza • Selasa, 15 Juli 2025 | 22:57 WIB

 

Suasana kegiatan MPLS di SD Muhammadiyah Sapen   
Suasana kegiatan MPLS di SD Muhammadiyah Sapen  
JOGJA - Antrean masuk SD Muhammadiyah Sapen terus mengular hingga jauh ke depan.

Hingga saat ini, sekolah swasta Islam tersebut sudah mencatat calon siswa baru yang dijadwalkan masuk sampai tahun ajaran 2031/2032.

Bahkan, ada orangtua yang sudah mendaftarkan anaknya sejak usia bayi, baru 1,5 bulan.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sapen Agung Rahmanto menjelaskan, tingginya minat masyarakat ini tak lepas dari fokus sekolah dalam menjaga kualitas layanan pendidikan, dan membangun karakter siswa.

"Kami konsentrasi bukan hanya pada penerimaan siswa baru, tapi kualitas layanan pendidikan, pengembangan bakat dan minat, serta karakter anak," kata Agung pada Radar Jogja, Selasa (15/7).

Meski permintaan pendaftar tinggi, Agung menegaskan bahwa sekolah tetap menjaga daya tampung agar mutu terjaga.

Saat ini SD Muhammadiyah Sapen membuka 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 28 siswa per rombel, total 280 siswa baru setiap tahun.

"Kami tidak menambah rombel, tidak mungkin. Fokus kami menjaga mutu dan layanan," tegas Agung.

Diakuinya, sistem pendaftaran pun tergolong longgar. Tidak ada tes seleksi bagi calon siswa.

Untuk orangtua yang ingin inden, tidak dibatasi usia anak mereka, dan hanya perlu menyerahkan akta kelahiran dan kartu keluarga (KK), tanpa dipungut biaya.

"Untuk siswa baru yang diterima tahun ini, mereka rata-rata sudah inden sejak 3-4 tahun lalu," ujarnya.

Menariknya, sekolah ini juga tetap membuka ruang untuk keluarga dari kalangan ekonomi lemah.

Kuota 10 persen diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang dibebaskan biaya sekolah, termasuk pemberian makan siang gratis sebanyak 20 kali dalam sebulan, program yang sudah dijalankan sejak 25 tahun lalu.

Agung membeberkan, ada juga prioritas khusus untuk warga lingkungan sekitar sekolah dan keluarga yang direkomendasikan oleh pimpinan cabang atau ranting Muhammadiyah.

"Pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga lingkungan rumah. Sekolah dan orangtua harus saling mendukung agar anak tumbuh jadi insan yang berkarakter dan berguna," kata Agung.

Selain akademik, SD Muhammadiyah Sapen juga rutin melakukan survei kepuasan orangtua untuk memperbaiki layanan.

“Minggu depan kami akan lakukan survei lagi. Harapannya, sekolah selalu relevan dengan perkembangan zaman,” kata Agung.

Dengan sistem inden yang dibuka sejak anak usia dini dan keterbukaan pada semua kalangan, SD Muhammadiyah Sapen berupaya menyeimbangkan antara tingginya permintaan, pemerataan akses pendidikan, dan kualitas layanan.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa Nabilla Vardhani bercerita, bahwa anak pertamanya saat ini sedang menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Sapen dan duduk di rombel kelas 3.

Selanjutnya, ia juga mendaftarkan anak keduanya inden pada Oktober 2024 lalu, saat itu usia anaknya baru 1 bulan.

Anaknya diperkirakan baru akan masuk sekolah pada 2031.

Nabilla mengaku memilih SD Muhammadiyah Sapen karena reputasi akademik dan kepedulian yang besar dari para guru pada potensi siswa.

"Anak saya yang pertama awalnya hanya ikut sepak bola. Tapi guru melihat potensi lain dan mendorong dia ikut pelatihan da’i dan lomba azan. Menurut saya itu sangat membantu," ujarnya.

Lebih lanjut, alasan lain baginya kenapa memilih SD Muhammadiyah Sapen, ia merasa lebih cocok anaknya diajar oleh guru yang lebih senior.

"Di Sapen, guru pengajar banyak yg sudah senior dan untuk saya pribadi, pendekatan guru senior ke anak saya lebih efektif untuk membangun pribadi dan karakternya menjadi lebih baik," tandasnya. (iza)

Editor : Bahana.
#SD Swasta #Yogyakarta #SD Muhammadiyah Sapen