Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Ribuan Kuota SMAN/SMKN SPMB 2025 di DIY Yang Belum Terisi, Di SMAN 11 Yogyakarta Masih Ada 11 Kuota Jalur Cadangan

Fahmi Fahriza • Senin, 7 Juli 2025 | 22:10 WIB

 

SMAN 11 Yogyakarta
SMAN 11 Yogyakarta
JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY secara akumulatif mencatat ada ribuan kursi di SMA dan SMK negeri di DIY yang masih kosong pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025.

Untuk diketahui, ada 485 kursi kosong di SMA negeri dan 985 kursi kosong di SMK negeri.

Kursi ini kosong lantaran adanya sekolah yang kekurangan siswa ataupun siswa yang sudah sempat diterima, namun tidak melakukan daftar ulang.

Kuota kosong tersebut akhirnya berusaha dipenuhi melalui jalur seleksi murid cadangan, yang pendaftarannya dilangsungkan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2025.

Radar Jogja melakukan sampling ke sekolah yang menerima siswa melalui kuota murid cadangan, antara lain adalah SMAN 9 Jogjakarta, dan SMAN 11 Jogjakarta.

Ketua SPMB SMAN 9 Jogjakarta Purnomo Basuki mengungkapkan, tahun ini pihaknya menerima 252 siswa dalam SPMB dari semua jalur.

Seluruhnya terbagi dalam 7 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 36 siswa tiap rombel-nya.

Purnomo menjelaskan, bahwa setelah daftar ulang dilakukan pada 2-4 Juli lalu, diketahui ada 6 kursi kosong yang tersedia selama proses SPMB 2025.

"Hari ini kursi kosong itu bisa dibilang sudah terisi. Karena ada 6 orang yang mendaftar, dan kemungkinan masih bertambah yang daftar," katanya saat ditemui di sekolah, Senin (7/7).

Secara umum, ia menuturkan bahwa proses persaingan siswa melalui kuota cadangan memang akan berlangsung secara dinamis.

Mengingat proses masih akan dilaksanakan hingga esok hari.

Dari data yang dihimpun, Purnomo menyebutkan bahwa jumlah kursi kosong tahun ini terbilang lebih banyak, apalagi jika dibandingkan pada dua tahun lalu.

"Dua tahun terakhir selalu ada kursi kosong, jumlahnya sama-sama dua. Tapi tahun ini 6, dan ini cukup banyak untuk kami," tuturnya.

Dari observasi yang dilakukannya dengan orangtua siswa yang tidak melakukan daftar ulang, Purnomo berujar bahwa mayoritas alasannya adalah karena mereka pindah sekolah, dan diterima di sekolah lain.

"Kami berharap ini bisa terpenuhi. Dari dua tahun lalu itu juga selalu terpenuhi, karena masyarakat itu berharap diterima di sekolah negeri," ungkapnya

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 11 Yogyakarta Tri Ismiyati menuturkan, dari proses daftar ulang di SMAN 11, tercatat ada 11 siswa yang tidak melakukan daftar ulang, sehingga ada 11 kuota yang tersedia di jalur murid cadangan.

"Dari 11 kuota itu, sejauh ini sudah ada 6 siswa yang mendaftar, dan persaingan akan berlangsung cukup ketat," bebernya.

Secara ketentuan, ia menerangkan bahwa sistem penilaian dan seleksi di jalur murid cadangan akan dilakukan berdasarkan rayon atau wilayah, lalu nilai gabungan siswa, hingga waktu saat pendaftarannya juga menjadi indikator penilaian.

Selain 11 siswa tersebut, ada juga 4 kuota yang disediakan di jalur afirmasi terbatas.

Jalur tersebut merupakan jalur khusus karena ada kasus 139 siswa jalur afirmasi yang sebelumnya didiskualifikasi.

"Dari arahan Disdikpora DIY, siswa yang sempat didiskualifikasi itu dibolehkan mendaftar lagi di jalur afirmasi khusus," ungkapnya.

Sehingga, secara akumulatif dalam seleksi calon murid cadangan, SMAN 11 Jogja akan menerima 15 siswa, 11 dari seleksi reguler, dan 4 diantaranya dari afirmasi terbatas siswa yang sebelumnya sempat didiskualifikasi. (iza)

Editor : Bahana.
#SPMB 2025 #kuota SPMB 2025 #Yogyakarta #SMAN 11 Yogyakarta #jalur cadangan PPDB