Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Catat! Ada 1.470 Kursi Kosong di SMAN dan SMKN Dalam SPMB 2025, Disdikpora DIY Buka Jalur Murid Cadangan, Ini Jadwalnya...

Fahmi Fahriza • Senin, 7 Juli 2025 | 20:44 WIB

 

SPMB di SMA 3 Jogja
SPMB di SMA 3 Jogja
JOGJA - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY resmi membuka seleksi jalur murid cadangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMAN dan SMKN.

Seleksi ini dibuka selama dua hari, pada 7-8 Juli 2025.

Sementara, untuk pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 8 Juli pukul 15.00 WIB, serta untuk proses daftar ulang bagi siswa yang diterima dijadwalkan pada 9 Juli 2025.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY Suci Rohmadi menjelaskan, bahwa jalur murid cadangan ini ditujukan bagi sekolah yang masih memiliki kuota kosong.

Kekosongan kuota tersebut disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari siswa yang mundur atau tidak melakukan daftar ulang, serta tidak terpenuhinya daya tampung sejak tahap awal SPMB.

"Setiap tahun memang ada situasi siswa tidak daftar ulang, tapi untuk tahun ini memang angkanya cenderung lebih banyak," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (7/7).

Menurut data yang dihimpun, terdapat 485 kuota kosong di SMAN se-DIY dan 985 kuota di SMKN se-DIY.

Suci memperkirakan banyak siswa yang tidak daftar ulang karena telah diterima di sekolah swasta atau Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

"Banyak orangtua siswa yang sejak awal sudah mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah swasta atau MAN, sembari ikut SPMB. Ketika sudah diterima di tempat lain, mereka memilih tidak daftar ulang di sekolah negeri," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa fenomena seperti ini merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun, dan pihaknya tidak dapat mengintervensi keputusan orangtua siswa.

Lebih lanjut, secara kasuistik, Suci mengungkapkan bahwa wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul cukup banyak mengalami kekosongan kuota sejak awal, karena tidak terpenuhinya daya tampung.

Sementara di Sleman, Kota Jogja, dan Bantul, banyak siswa yang mengundurkan diri setelah diterima.

Ia berujar, secara prinsip, seleksi jalur cadangan ini diperuntukkan bagi siswa yang memang belum mendapatkan sekolah.

Tapi syaratnya, mereka sebelumnya harus sudah mendaftar di sekolah tersebut.

"Misal siswa sebelumnya mendaftar di sekolah A lewat jalur domisili lalu terlempar, maka dia boleh kembali daftar di situ lewat jalur cadangan ini," katanya.

Terpisah, salah satu orangtua siswa, Sartika Dewi warga Tegalrejo, mengaku masih berharap anaknya bisa diterima melalui jalur cadangan di salah satu SMA negeri favorit.

Ia menyebut jalur ini sebagai kesempatan terakhir sebelum akhirnya memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta.

"Kalau tidak berhasil di cadangan ini, akan daftar ke swasta. Untungnya di swasta masih cukup panjang masa pendaftarannya," paparnya.

Secara pribadi, Sartika juga berharap ke depannya sistem penerimaan murid baru bisa lebih fleksibel dan transparan, agar orangtua tidak perlu mendaftar ke banyak tempat sekaligus dengan harapan cadangan. (iza)

Editor : Bahana.
#SPMB 2025 #Yogyakarta #SMKN #DIY #Disdikpora DIY #jalur murid cadangan #SMAN