Hanya dua sekolah negeri di Bantul yang tidak memenuhi kuota.
Yakni SMP Negeri 2 Sanden yang kekurangan murid sebanyak 22 orang dan SMP Negeri 2 Kretek sebanyak 5 orang.
Padahal kuota yang tersedia sebanyak 8 ribu, sedangkan lulusan dari Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13 ribu. Seharusnya kuota yang ada terpenuhi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul (Dikpora) Titik Sunarti, mengatakan alasan belum terpenuhinya kuota yang ada masih dianalisis ulang faktor penyebabnya.
Alasannya kemungkinan lokasi geografis di paling ujung selatan dengan penyumbang siswa rata-rata hanya dari 4 SD sekitar sekolah dengan jumlah siswa lulusan kurang dari daya tampung SMP.
Selain itu, pembagian wilayah terdapat perubahan, sehingga berpengaruh pada pilihan pendaftar.
"Contoh Kalurahan Seloharjo biasanya pendaftar di SMP 2 kretek saat ini masuk wilayah 1 Pundong," jelasnya Jumat (4/6).
Karena rata-rata tidak ada SMP Negeri yang kekurangan murid secara signifikan, maka dari dikpora Bantul tidak ada wacana untuk regrouping.
Dikonfirmasi terpisah, kepala bidang SMP Dikpora Bantul Retno Yuli Astuti, mengatakan sampai saat ini masih dalam proses daftar ulang, maka dari itu, penetapan pemenuhan jumlah pendaftar di masing-masing sekolah masih bisa berubah.
"Kita tunggu hari ini dan besok baru bisa matur (jumlah pasti pendaftar SPMB SMP, Red)," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kretek, Setyo Mawarto, membenarkan sekolahnya kekurangan sebanyak 5 murid.
"Kekurangan murid itu salah-satunya karena ada yang mengundurkan diri," ujarnya saat ditemui di kantor SMP Negeri 2 Kretek.
Di SMP Negeri 2 Kretek ini kuota yang ada sebanyak 128 murid. Dari enam jalur yang dibuka murid yang mendaftar sebanyak 123.
Terdiri dari jalur program Kelas Khusus Olahraga (KKO) sebanyak 32 kuota, jalur wilayah radius sebanyak 4 kuota, dan jalur prestasi sebanyak 34 kuota. Ketiga jalur tersebut telah terpenuhi.
Sedangkan tiga jalur lainnya belum terpenuhi. Daya tampung jalur afirmasi sebanyak 20 kuota, hanya terpenuhi sebanyak 16 murid dan jalur mutasi tidak terpenuhi.
"Jalur Wilayah yang semula 34 lalu digabung dengan kekurangan jalur afirmasi dan mutasi maka menjadi 43 murid, tetapi terpenuhi 38 murid," tambahnya. (cr2)
Editor : Bahana.