SLEMAN - Tidak hanya tingkat SMP, persebaran SMA negeri di DIJ juga tidak merata. SMA negeri yang berbasis di tingkat kecamatan, setidaknya tidak dimiliki masyarakat yang tinggal di Kapanewon Berbah (Sleman) dan Kapanewon Nanggulan (Kulon Progo).
Untuk itu, warga di Berbah berharap rencana pendiriannya bisa segera dilaksanakan. Salah seorang warga Berbah, Hajar Probowati menjelaskan, anaknya bersekolah di luar Kapanewon Berbah. Hal ini lantaran puteranya yang kini duduk di kelas 12 menginginkan bersekolah di SMA negeri. "Di berbah ini setahu saya ada tiga SMK, tapi semuanya swasta," katanya saat dikonfirmasi kemarin (29/6).
Hajar menilai, sekolah negeri memiliki berbagai keunggulan. Mulai dari biaya yang murah, diberikan akses bantuan apabila memerlukan, hingga fasilitas kegiatan yang memadai. Kemudahan-kemudahan ini bisa didapatkan asal masyarakat mau mengurusnya.
"Pengurusannya nanti dibantu, jadi biasanya cepat. Sekolah swasta kalau favorit pasti bagus fasilitasnya. Tapi kalau standar menengah, mending pilih di negeri," terangnya.
Dia sendiri sudah mengetahui akan rencana pendirian SMA negeri di Berbah. Harapannya, bisa segera dilaksanakan sehingga siswa-siswi sekitar tidak perlu lagi menjadi musafir di wilayah lain.
Di sisi lain, tetap mempertimbangkan penduduk yang tinggal di lokasi terdampak apabila nantinya mereka harus diminta untuk pindah. "Kebetulan kami dulu tinggal di Kota Jogja, terus mendaftarnya di SMA 1 Kasihan, Bantul. Kalau sekarang jarak dari rumah 17 km, setiap hari harus nglaju," terangnya. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun