Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Clear Smile Ultra, Alat Scaling Gigi tanpa Listrik Karya Dosen UMY untuk Warga di Wilayah 3T

Heru Pratomo • Jumat, 27 Juni 2025 | 12:05 WIB

 

Alat Scaler Ultrasonic yang dibuat oleh dosen FKG UMY dan timnya.
Alat Scaler Ultrasonic yang dibuat oleh dosen FKG UMY dan timnya.

BANTUL - Tantangan layanan kesehatan gigi di Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap listrik. Kondisi ini menghambat tindakan preventif seperti scaling, yang penting untuk mencegah penyakit gusi dan gigi.

Menjawab masalah tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. drg. Laelia Dwi Anggraeni, mengembangkan alat scaler ultrasonik portabel berbasis tenaga surya yang dinamai Clear Smile Ultra. "Perangkat ini dirancang agar dapat digunakan tanpa ketergantungan pada pasokan listrik dari jaringan PLN," katanya, Kamis (26/6).

Clear Smile Ultra bekerja dengan teknologi piezoelektrik berfrekuensi tinggi (sekitar 40–130 kHz) untuk membersihkan plak dan karang gigi. Ditenagai oleh baterai lithium-ion 10.000 mAh, alat ini dapat diisi ulang melalui panel surya portabel.

Ia menuturkan, sekitar 74,8 persen masyarakat Indonesia menderita penyakit periodontal. Namun, alat scaling yang umum digunakan sangat bergantung pada listrik. "Ini menjadi hambatan di banyak wilayah 3T dan daerah terdampak bencana," jelas Laelia.

Diakuinya, inovasi ini juga ditujukan untuk menjangkau klinik-klinik gigi kecil yang kesulitan biaya operasional karena keterbatasan daya. Desainnya ringkas dan dilengkapi lampu pencahayaan di ujung scaler untuk mendukung visibilitas dokter saat memeriksa pasien.

Ia menerangkan, Clear Smile Ultra telah diuji dalam simulasi kondisi lapangan tanpa listrik. Saat kegiatan bakti sosial di Tegal, September 2024. Dari pengujian tersebut, alat menunjukkan performa getaran yang bahkan melampaui standar produk sejenis di pasaran. "Alat ini sudah mendapat respons positif dari lebih dari 1.000 pasien serta tenaga medis," bebernya.

Saat ini, lima unit telah diproduksi dalam tahap awal, dan sebagian sudah digunakan oleh peserta program residensi kedokteran gigi. Produksi massal masih menunggu sertifikasi dari lembaga standarisasi internasional. Laelia berharap inovasi ini dapat segera diproduksi luas dengan harga terjangkau agar bisa dimanfaatkan dokter gigi yang praktik di wilayah dengan infrastruktur terbatas. (iza/pra)

Editor : Herpri Kartun
#Klinik Gigi #scaling gigi #kesehatan gigi