KEBUMEN - Intensitas produksi di sentra batik Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen meningkat drastis jelang tahun ajaran baru 2025/2026. Para perajin batik mulai sibuk menggarap pesanan kain batik untuk kebutuhan seragam identitas sekolah.
Pemilik galeri batik Khikmah, 53, mengatakan, banyaknya pesanan kain batik untuk seragam sekolah mulai dirasakan sejak dua bulan terakhir. Ramainya pesanan ini diprediksi akan terus berlangsung hingga bulan depan, seiring tahun ajaran baru dimulai. "Biasanya masuk sekolah, itu tetap masih ada pesanan," ungkapnya Selasa (17/6).
Khikmah menyatakan, setiap tahun ajaran baru menjadi keberkahan tersendiri bagi para perajin batik. Momentum ini sebagai peluang tersendiri untuk meraup untung. Terlebih pesanan kain batik ini datang tidak hanya dari Kebumen, tapi juga luar daerah. "Paling banyak buat sekolah di Kecamatan Kebumen dan Buluspesantren. Ada sebagian dari Kalimantan dan Papua," ucapnya.
Dalam sehari, lanjut Khikmah, rumah produksi batik yang dia kelola mampu mencukupi pesanan 300 meter kain batik untuk kebutuhan seragam identitas sekolah. Mayoritas pesanannya datang dari SD dan SMP. "Hitungannya gulungan. Setiap gulung panjangnya 28 meter," katanya.
Khikmah mengatakan, proses produksi seragam identitas disesuaikan kebutuhan dan permintaan sekolah. Sebab setiap sekolah memiliki karakter dan corak batik masing-masing. "Dari sekolah tinggal setor gambar. Kami buat screen, langsung produksi," bebernya.
Perajin batik Mukhtasin, 50, menambahkan, tidak ada selisih harga meski jumlah pesanan kain batik meningkat seiring tahun ajaran baru. Dia menyebut, harga yang dibanderol berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per meter. Menyesuaikan kerumitan dan kualitas kain. "Satu sekolah, tiga hari sudah selesai produksi. Tinggal jahit," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita