JOGJA - Menjelang pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK 2025, SMPN 6 Jogja melakukan sosialisasi kepada para siswanya. Tak hanya kepada siswa kelas 9, sosialisasi ini juga menyasar para orangtua untuk memastikan seluruh pihak memahami alur, prosedur, dan jadwal secara menyeluruh.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 6 Jogja M. Najibulloh Faozi menjelaskan, kendala yang sering muncul bukan karena minimnya informasi, tetapi karena secara kasuistik siswa tidak membaca informasi secara utuh.
"Padahal informasi banyak tersedia, baik dari media sosial hingga platform daring. Tapi mereka kadang hanya baca sebagian dan bingung," jelasnya, Kamis (22/5).
Sosialisasi dilakukan setelah siswa kelas 9 menyelesaikan ujian sekolah. Kegiatan ini penting, mengingat masih banyak siswa maupun orangtua yang belum sepenuhnya memahami teknis SPMB.
"Ada kasus di mana orangtua sudah paham, tapi anaknya belum, atau sebaliknya. Kami ingin pastikan semua paham, terutama soal timeline yang sangat penting," katanya.
Selain sosialisasi umum, sekolah juga melakukan konseling mendalam kepada siswa untuk membantu mereka menentukan pilihan jenjang pendidikan yang sesuai. Proses pemetaan sekolah tujuan akan dilakukan setelah nilai gabungan siswa diumumkan pada 2 Juni mendatang.
"Kami akan mapping siswa sesuai profilnya agar bisa masuk ke sekolah yang ideal. Kami juga pantau proses pendaftaran mereka dan memastikan tidak ada yang tertinggal," kata Najib.
Berdasarkan data tiga tahun terakhir, beberapa SMA negeri yang menjadi tujuan favorit para siswa SMPN 6 antara lain SMAN 11 Jogjakarta, SMAN 2 Jogjakarta, dan SMAN 6 Jogjakarta.
"Selama tiga tahun terakhir paling banyak di situ, kita tidak tahu untuk tahun ini apakah sama atau ada perubahan," bebernya.
Sementara itu, salah satu siswi SMPN 6 Jogja Marsha Alifa mengungkapkan, adanya sosialisasi yang dilakukan tersebut menurutnya sangat penting. Sebab, ada beberapa perubahan yang terjadi dengan aturan di tahun sebelumnya.
"Aku sudah sempat baca juga untuk persiapan. Dengan adanya sosialisasi jadi makin mengerti," tuturnya.
Diakuinya, ia juga sudah mulai membahas secara intensif dengan orangtuanya, terkait teknis pendaftaran, hingga pemetaan opsi sekolah yang akan dipilih. "Sudah ada opsi sekolahnya. Tapi juga melihat nanti nilai gabungannya keluar dulu," jelasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo