Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Minta Perguruan Tinggi Responsif pada Tantangan, dan Harus Siap Bertranformasi

Fahmi Fahriza • Rabu, 30 April 2025 | 05:10 WIB

 

Pertemuan antara LLDIKTI Wilayah V DIY dengan BAN-PT membahas dinamika dan tantangan perguruan tinggi di Indonesia
Pertemuan antara LLDIKTI Wilayah V DIY dengan BAN-PT membahas dinamika dan tantangan perguruan tinggi di Indonesia

JOGJA - Dalam upaya mempercepat peningkatan mutu eksternal perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menggelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.0 dan Sosialisasi Aplikasi SAPTO 2.0.

Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Setyabudi Indartono menyampaikan, pentingnya perguruan tinggi untuk tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi akreditasi. Tetapi juga menjadikan mutu sebagai budaya.

 Baca Juga: Polres Bantul Lakukan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Ojol di Banguntapan, Diketahui Pukul Juremi dengan Palu hingga Tewas

"Mutu tidak dibangun semalam. Ia lahir dari konsistensi, komitmen, dan inovasi seluruh civitas akademika," katanya dalam pertemuan di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta Selasa (29/4).

Tantangan dan dinamika perguruan tinggi yang saat ini semakin kompleks, penting bagi sesama perguruan tinggi menjalin kolaborasi, serta responsif terhadap tantangan. "Dengan instrumen dan dinamika saat ini, kita semua ditantang untuk terus responsif dan bertransformasi," ujarnya.

 Baca Juga: Sudah Nyaman di Rumahnya, Mbah Tupon Menolak Menginap di Rumdin Bupati Bantul

Dia berharap agar perguruan tinggi di wilayah DIY dan sekitarnya mampu mempercepat adaptasi terhadap sistem akreditasi terbaru. Serta bisa memperkuat budaya mutu pendidikan tinggi nasional.

Sementara Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Ari Purbayanto menyebut, pentingnya kesesuaian antara output perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional dan global. "Akreditasi bukan hanya untuk akreditasi itu sendiri. Ia instrumen yang memastikan perguruan tinggi benar-benar menghasilkan SDM unggul yang dibutuhkan bangsa," tegas Ari.

Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Tjokorde Walmiki Samadhi turut memaparkan kebijakan terbaru soal akreditasi. Dalam paparannya, ia menekankan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 4.0 mengutamakan pendekatan berbasis outcome. Perguruan tinggi harus menunjukkan bukti nyata kontribusi lulusan di dunia kerja, keterkaitan program studi dengan kebutuhan masyarakat, serta dampak penelitian dan pengabdian.

 Baca Juga: Demi Status World Intangible Heritage dari UNESCO DIY Disebut Kerap Menggusur, Ini Daftarnya

"Salah satu tantangan ke depan adalah menggeser fokus dari administrasi dokumen menjadi pembuktian kinerja riil institusi," terangnya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#BAN-PT #Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo #perguruan tinggi #Yogyakarta #instrumen #Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi #LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta #akreditasi #STIPRAM #lembaga layanan pendidikan tinggi