Dalam agenda Fun Walk tersebut, dihadirkan puluhan hadiah atau door price, mulai dari setrika, sepeda, TV, kulkas, sepeda listrik, hingga puluhan barang lainnya.
Ketua Panitia Dies Natalis Ke-30 STTKD Yunus Purnama mengungkapkan, bahwa gelaran Dies Natalis kali ini agak berbeda.
Salah satunya adalah, banyaknya keterlibatan masyarakat dalam agenda yang dilangsungkan.
"Hari ini yang hadir mungkin sekitar 600an warga," katanya pada Radar Jogja, Minggu (27/4).
Disebutkan, selain momentum perayaan dies natalis, keterlibatan para warga juga diniatkan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara pihak STTKD dengan masyarakat sekitar, lebih spesifiknya masyarakat Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Yunus merinci, dalam peringatan dies natalis kali ini, setidaknya ada tiga agenda besar yang dilakukan.
Pertama adalah ziarah ke makam para pendiri dan pemimpin STTKD terdahulu, dilanjutkan dengan Fun Walk di lokasi kampus, dan terakhir akan ada doa bersama.
"Puncaknya adalah tumpengan dan doa bersama, itu internal STTKD saja. Dilakukan pada Selasa 29 April mendatang," paparnya.
Secara garis besar, Yunus menuturkan bahwa dies natalis tersebut jadi momentum refleksi bagi STTKD. Untuk terus bertumbuh dan berkemajuan, baik secara kelembagaan, hingga berkontribusi pada masyarakat luas.
"30 tahun ini bisa dibilang sudah cukup dewasa. Harus terus mempertahankan yang baik, dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kebermanfaatan," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga yang turut serta dalam agenda Fun Walk Revi Lestari menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku senang sebab warga sekitar turut dilibatkan.
"Senang rasanya, karena dilibatkan dan tidak ada jarak. Semoga STTKD lebih baik ke depannya," harapnya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan STTKD dengan melibatkan para warga adalah sebuah pilihan yang ideal. Sebab, keharmonisan dan hubungan baik tersebut memang perlu dijaga satu sama lain.
"Adanya STTKD di sini juga membantu, seperti membantu perekonomian UMKM warga di sini," lontarnya. (iza)
Editor : Bahana.