Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lokasi Penempatan dan Kesejahteraan, Diduga Jadi Penyebab Lebih dari 700 Orang CPNS Dosen Kemendiktisaintek Mengundurkan Diri

Fahmi Fahriza • Jumat, 18 April 2025 | 04:50 WIB
SIMBOLIS: Kegiatan penyerahan surat keputusan pada CPNS di Kabupaten Sleman Selasa (15/4).
SIMBOLIS: Kegiatan penyerahan surat keputusan pada CPNS di Kabupaten Sleman Selasa (15/4).

JOGJA - Kabar soal ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dosen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mengundurkan diri, jadi perhatian. Mengutip dalam pengumuman nomor: 5590/A.A3/KP.01.01/2025 tentang pembatalan kelulusan peserta pada seleksi penerimaan CPNS Kemendiktisaintek, secara keseluruhan ada 714 orang yang mengundurkan diri.

Koordinator wilayah Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) Jogja Titis Setyono Adi Nugroho mengaku sudah mendengar dan membaca dari beberapa sumber mengenai hal tersebut. "Dari yang saya pahami sebagian besar mengundurkan diri, dan sebagian kecil karna persyaratan tidak dipenuhi," katanya pada Radar Jogja, Kamis (17/4).

Titis mengungkapkan bahwa ia memiliki dua asumsi. Asumsi pertama adalah alasan pengunduran diri, ia berpandangan hal tersebut ditengarai oleh ekspektasi lokasi penempatan yang tidak sesuai keinginan. Sementara, asumsi kedua yang dilontarkan Titis tentang kesejahteraan, ia berujar saat ini Kemendiktisaintek sedang disorot publik terkait kesejahteraan dosen dan tendiknya.

"Itu jelas ada kaitannya dengan tukin, CPNS itu berkespektasi kalau jadi PNS kesejahteraannya pasti terjamin. Namun dengan sorotan publik atas numenklatur di Kemendiktisaintek yang labil, pastinya mikir juga," bebernya.

Titis menjabarkan, salah satu alasan besar seseorang menjadi PNS adalah karena tukinnya yang besar, karena jika soal gaji pokok semua se-Indonesia sama sesuai golongan dan jabatannya.

Di satu sisi, ia juga berpikir bahwa hal tersebut akan berimbas ke peralihan stereotipe masyarakat tentang PNS yang selama ini terbentuk. Serta, menjadi pertimbangan bagi anak-anak muda yang sebelumnya berkeinginan menjadi PNS dosen. "Jelas akan berpengaruh di anak muda. Sekarang saja tagar #janganjadidosen sudah menggema," terangnya.

Koordinator Biro Humas dan Kerja Sama UPN Panji Dwi Ashrianto menyampaikan, dari 714 CPNS dosen yang mengundurkan diri. Tidak ada satupun yang berkaitan langsung dengan pihak UPN Veteran Jogjakarta. Meskipun tidak berkaitan langsung, Panji menyatakan bahwa sebagai pelaksana layanan pendidikan tinggi, UPN menyayangkan pengunduran diri ratusan calon dosen CPNS. Karena hal tersebut bisa menghambat pemenuhan kebutuhan SDM yang mendesak.  "Fenomena ini menjadi pengingat bahwa menjadi ASN bukan sekadar soal status, tetapi juga tentang komitmen dan pengabdian," ucapnya.

Dia menyebut, dibutuhkan pemahaman yang lebih matang dari pelamar mengenai konsekuensi penempatan. "Perlu juga perbaikan sistem rekrutmen agar lebih transparan, dan selaras dengan motivasi serta kesiapan para calon ASN," pesannya. (iza/pra)

Editor : Herpri Kartun
#cpns mengundurkan diri #CPNS #CPNS Dosen