SLEMAN - Pengabdian masyarakat diinisiasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah bersama Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
Ini terangkum dalam Forum Inklusi Sosial Pengajian Ramadan Bersama Komunitas Dampingan MPM PP Muhammadiyah.
Secara garis besar, agenda itu dilakukan untuk menyasar seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali bagi para disabilitas yang ada di DIY.
"Secara historis, Muhammadiyah punya akar sejarah panjang sebagai pembela kaum marjinal," kata Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin Senin (24/3/2025).
Yamin mengatakan, hal yang ingin dilakukan MPM PP Muhammadiyah dalam pembelaan kaum marjinal, yaitu melalui pemberdayaan spiritual dan sosial.
Diakui, pemberdayaan yang dilakukan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, pihaknya secara intens berkolaborasi, baik di internal Persyarikatan Muhammadiyah maupun dengan para mitra.
"Dalam gerakan pemberdayaan terhadap kaum marginal, kami sudah memperhitungkan aspek efisiensi. Bagaimanapun, gerakan ini harus tetap berjalan dan tidak boleh terhenti," ungkap Yamin.
Menurutnya, efisiensi yang dilakukan pemerintah, bukan menjadi alasan mengabaikan masyarakat atau kaum marjinal yang membutuhkan.
Oleh karena itu, Muhammadiyah melakukan berbagai terobosan.
"Strategi yang kami gunakan adalah ekonomi sirkular, yaitu ekonomi berbasis pemberdayaan yang saling menghidupi di dalam ekosistem Muhammadiyah," paparnya.
Ia mencontohkan seperti hasil dari Jamaah Tani Muhammadiyah dikonsumsi oleh amal usaha Muhammadiyah, termasuk produk-produk seperti beras dan telur.
Yamin menyebut, sebagian besar kegiatan berfokus pada pemberdayaan melalui jejaring internal Muhammadiyah.
"Meski mengalami keterbatasan material, tapi tidak boleh miskin mental. Mentalitas kita harus tetap kaya, meskipun secara ekonomi terbatas. Karena banyak orang yang berlimpah materi, tetapi memiliki mentalitas yang miskin," pesannya.
Yamin mengungkapkan, saat ini ada sekitar 1.500 komunitas yang dibina atau diberdayakan MPM PP Muhammadiyah.
"Pemberdayaan ini salah satunya bertujuan membangun mentalitas yang kuat," ujar Yamin.
Sementara itu, Rektor Unisa Jogjakarta Dr Warsiti mengatakan, agenda kali ini untuk salah satu diupayakan untuk membangun jaringan di skala akar rumput.
"Mudah-mudahan agenda ini juga membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua," ungkapnya.
Ia membeberkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi dan nilai yang dijunjung Unisa, yaitu inklusivitas, pemberdayaan, dan penguatan peran masyarakat akar rumput dalam membangun kesejahteraan bersama.
"Kehadiran kami di tengah masyarakat jadi bagian penting menopang pembangunan bangsa, dan itu mewujudkan visi Unisa," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita