Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belasan Mahasiswa Pendidikan Dari Jepang Sambangi Padmanaba, Pihak Sekolah Niatkan Ada Kolaborasi Internasional Lanjutan

Fahmi Fahriza • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:33 WIB

 

Para mahasiswa dari Aichi University of Education saat melakukan praktik kependidikan di SMAN 3 Jogjakarta
Para mahasiswa dari Aichi University of Education saat melakukan praktik kependidikan di SMAN 3 Jogjakarta
JOGJA - Sebanyak 16 mahasiswa dan 2 Profesor dari Aichi University of Education, Kariya, Jepang menyambangi SMAN 3 Yogyakarta.

Mereka datang ke Indonesia sejatinya dalam program kerjasama yang dilakukan dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Adapun, salah satu program yang dilakukan adalah mengunjungi sekolah, untuk menerapkan sistem ajar dan pelatihan mengajar bagi para mahasiswa, yang merupakan mahasiswa kependidikan.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa Jepang tersebut turut didampingi oleh tim dari UNY, yang bertugas sebagai penerjemah bahasa.

"Kurang lebih ini tahun kelima kami datang ke Indonesia, dan selalu mengunjungi Jogja sebagai tujuan program," kata Director of Center for International Exchange Aichi University of Education Prof. Yoshitaka Kozuka, Kamis (20/3).

Kozuka mengungkapkan, Jogja dipilih sebagai tempat pelaksanaan program bukan tanpa sebab. Dari riset yang dilakukannya, Jogja memiliki ratusan kampus, dan sekolah yang juga bonafide.

Hal-hal tersebut, menurutnya jadi alasan yang rasional untuk memilih Jogja. Walaupun, dalam praktiknya, Kozuka dan tim juga beberapa kali mengeksplorasi kota-kota lainnya dari segi pendidikan.

"Termasuk pernah juga ke Surabaya, datang ke Universitas Negeri Surabaya," paparnya.

Diakuinya, dalam periode yang berdekatan, para mahasiswa saat ini disebar ke beberapa negara.

Dengan tujuan untuk mempelajari dan mengadopsi sistem pembelajaran di masing-masing negara, yang nantinya akan diterapkan di Jepang.

"Selain Indonesia. Mahasiswa kami juga ada yang ke Malaysia, Thailand, Korea, Vietnam, sampai Mongolia," ulasnya.

Dari program yang dilakukan di SMAN 3 Jogja sendiri, Kozuka mengaku banyak mendapat hal-hal baru yang menarik, dan aplikatif untuk diterpakan di Jepang.

"Mulai dari kombinasi aspek akademik dan non akademik, di SMAN 3 ini ternyata bagus dan seimbang," bebernya.

Berbagai hal lain, mulai dari budaya, kebiasaan, hingga tatacara pembelajaran juga jadi hal yang disoroti nya.

"Salah satu hal yang menarik juga, implementasi pembelajaran yang digabungkan dengan religiusitas seperti sekarang ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dari para mahasiswa dan siswa SMAN 3 saling bertukar budaya dan pengetahuan.

Seperti, siswa yang diajari cara membuat huruf kanji, dan beberapa kata sederhana dari Jepang.

Hingga, para mahasiswa yang diajari budaya serta kebiasaan sopan santun dan beberapa kata bahasa Jawa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 3 Jogja Suhirno mengaku senang dan terbuka sekolahnya dikunjungi para mahasiswa dari Jepang.

Hal tersebut menurutnya juga memiliki sisi positif bagi para siswa.

"Siswa jadi bisa menyerap hal-hal baru, dan bisa diskusi langsung dengan mereka yang merupakan pakar atau akademisi," lontarnya.

Disebutkan, bahwa SMAN 3 Jogja atau Padmanaba sendiri juga memiliki ekstrakurikuler bahasa Jepang, yang sudah berdiri kurang lebih 15 tahun lamanya.

"Jadi budaya atau bahasa Jepang di sekolah juga hal yang dekat. Ini juga masuk dalam roadmap kerjasama kami," tuturnya.

Ia sendiri menuturkan, bahwa kerjasama global, baik dengan institusi pendidikan selevel SMA atau perguruan tinggi, memang jadi salah satu master plan yang dimiliki oleh SMAN 3.

"Siswa kami banyak yang beasiswa, hingga melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Jepang jadi salah satu negara yang juga potensial," tandasnya. (iza)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #SMAN 3 Yogyakarta