RADAR JOGJA - Fahrul Nurkolis, seorang ilmuwan muda asal Madiun yang kini berusia 25 tahun, telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan di bidang penelitian.
Sebagai alumni Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrul berhasil memperoleh hak paten untuk senyawa antikanker dan antidiabetes yang dikembangkan dari bahan-bahan alami Indonesia.
Seperti Echinacea purpurea, anggur laut, dan bawang dayak.
Selain itu, pada tahun 2020, Fahrul terpilih sebagai delegasi termuda dalam Nordic Nutrition Conference di Finlandia, sebuah forum ilmiah bergengsi di bidang nutrisi dan kesehatan.
Atas inovasinya, ia juga menerima penghargaan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Jejak prestasi Fahrul dimulai sejak masa SMA, di mana ia aktif menulis karya ilmiah dan melakukan riset.
Pada tahun 2018, bersama rekannya Reza Sukma Dewi, ia meraih medali emas dalam Invitasi Pekan IPPBMM dengan penelitian mengenai garam fungsional kaya besi dan antioksidan dari sponge laut yang dipadukan dengan daun kelor.
Hingga saat ini, Fahrul telah menerbitkan lebih dari 105 publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus, dengan fokus penelitian pada senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia yang berpotensi sebagai agen antikanker dan antidiabetes.
Melalui dedikasinya, Fahrul tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga meningkatkan reputasi UIN Sunan Kalijaga sebagai pusat penelitian yang berkontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Adinda Fatimatzzahra)