BANTUL - Belasan mahasiswa turun ke jalan melakukan demo mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) Selasa (18/2). Merka membentangkan banner dan membawa buku lusuh serta paket nasi kotak ayam ke depan gedung DPRD Bantul.
Koordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Ayub Abdullah menyebut, alokasi anggaran saat ini banyak diperuntukkan untuk MBG. Padahal, ada prioritas lain yang harus jadi perhatian pemerittah. Seperti akses pendidikan dan kesehatan. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi #IndonesiaGelap, BEM KM UGM Turun ke Jalan
“Buku lusuh nan terbatas yang menyimbolkan pendidikan yang kurang diperhatikan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan adalah hak fundamental yang harus diprioritaskan. Jangan sampai masyarakat hanya diberi makan tanpa diberi ilmu.
Ayub pun berkomitmen, akan terus bersuara untuk mengawal kebijakan pendidikan di Bantul. Harapannya agar kebijakan yang ada bisa lebih berpihak pada rakyat. Khususnya bagi mereka yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir Bahas Revisi UU TNI, Soroti Usulan Prajurit Boleh Berbisnis
Sementara itu, Koordinator Umum (Kordum) Aliansi Mahasiswa untuk Bantul Ahmad Tomi Wijaya menambahkan, aksi ini bertujuan untuk menyadarkan semua pihak. Terutama para pemangku kebijakan, bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan dan dikesampingkan.
Menurutnya, piring yang berisi buku menandakan pendidikan sebagai kebutuhan utama yang harus dipenuhi negara. “Jika hanya perut yang diberi makan, tetapi akal dan pikiran dibiarkan kosong, maka generasi kita akan kehilangan masa depan,” tegasnya.
Baca Juga: Dinas Perdagangan Kulon Progo Sebut Distribusi LPG 3 KG Tersendat Akibat Perbaikan Kilang di Cilacap
Program MBG dinilai tidak tepat sasaran. Karena semua lapisan anak miskin maupun kaya dapat program ini. Kondisi tersebut yang sangat membebani anggaran negara. Hal ini pun turut berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang semakin masif terjadi.
Diketahui, ada lima poin tuntutan aksi. Yakni;
- Kembalikan marwah pendidikan dan kesehatan sebagai program prioritas utama.
- Pastikan hak-hak dosen, tenaga pendidik ASN dan non-ASN terpenuhi.
- Beri jaminan hidup bagi kaum muda
- Tinjau ulang segala program yang membebankan anggaran negara (MBG, Kemenhan, TNI, Polri)
- Tolak izin usaha pertambangan bagi perguruan tinggi dalam RUU Minerba! Tolak mobilisasi mahasiswa dan dosen sebagai tenaga kerja murah demi industri pro-imperialis dan pro-feodal (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita