Setelah mampu mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Muhammad Andang Novianta berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Lingkungan dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro.
"Disertasi saya berhasil bertahan saat sidang terbuka promosi doktor dihadapan penguji," ujar dosen dari program studi Teknik Elektro Universitas AKPRIND Indonesia Muhammad Andang Novianta kepada Radar Jogja, Selasa (18/2).
Disertasi Muhammad Andang Novianta mengangkat tema Pemodelan Pengendalian Lingkungan Air Permukaan Berbasis IoT. Dalam menyusun disertasi tersebut, ia dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Syafrudin, CES., M.T., IPM., ASEAN Eng. dan Ko Promotor Dr. Budi Warsito, S.Si., M.Si.
"Penguji sidang dipimpin Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D.," tuturnya.
Setelah selesai sidang, Senin (10/2), dirinya berhasil mendapatkan gelar doktor dengan predikat Cum Laude dan meraih IPK 3,88.
Ia menempuh masa studi 3 Tahun 5 Bulan. Kelulusan tersebut sekaligus menjadikannya lulusan Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro yang ke-129.
"Penelitian tersebut penting, mengingat ketersediaan air bersih semakin krusial akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim," terangnya.
Menurutnya, lebih dari setengah jumlah sungai yang ada di Indonesia masih tercemar berat. Pencemaran tersebut diakibatkan oleh limbah dan infrastruktur yang buruk,terutama di kota-kota besar.
Dengan pemanfaatan IoT (Internet of Things), dapat memantau kualitas air melalui visualisasi data spasial-temporal dan analisis prediktif pencemaran.
"Didukung pemantauan real-time serta pengendalian lingkungan terintegrasi, dapat mendukung mitigasi pencemaran dan keberlanjutan lingkungan," jelasnya.
Terpisah, Rektor Universitas AKPRIND Indonesia Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom, mengatakan bahwa institusinya terus mendorong para dosen untuk meningkatkan jenjang pendidikannya ke jenjang doktoral.
Para dosen akan terus didorong untuk meningkatkan jabatan fungsional akademiknya hingga Guru Besar.
"Itu merupakan komitmen perguruan tinggi untuk meningkatkan dan memperkuat kualitas akademik di perguruan tinggi baik dari sisi pengajaran, penelitian maupun pengabdian kepad masyarakat," ujarnya.
Editor : Bahana.