Sekolah dengan tagline Jogja Educational Spirit tersebut dalam waktu dekat juga akan menggelar konser musik, sebagai upaya mengampanyekan isu sampah.
"Kami akan menggelar Planeto Musical Concert, pada 12 Desember mendatang di Taman Budaya Yogyakarta," kata Edukator Middle Class, dan PIC Planeto Musical Concert Andri Kurniawan, Senin (2/12).
Andri menerangkan, Planeto sendiri adalah sebuah konser musik yang menyuarakan isu-isu lingkungan di sekitar, termasuk isu sampah yang beberapa waktu belakangan jadi persoalan serius di Jogja.
"Nanti hampir semua karakter diperankan oleh anak-anak dan menunjukkan kemampuan bercerita dengan musik," ungkapnya.
Disebutkan, pada konser mendatang, seluruh siswa SD Tumbuh 2 yang berjumlah 96 siswa, akan turut berpartisipasi sebagai penampil.
"Mereka akan membawakan lagu-lagu yang kami kreasikan bersama. Ciptaan para siswa, edukator, dan para orangtua," ujarnya.
"Secara keseluruhan, jumlah lagu yang dibawakan nanti ada 50. Tema besarnya soal sampah dan lingkungan," imbuhnya.
Disebutnya, selain mewadahi para siswa untuk bisa tampil, Planeto Musical Concert juga diharapkan memberi edukasi bagi para siswa. Utamanya soal menjaga lingkungan berkelanjutan.
"Ini untuk edukasi para siswa juga, agar mereka lebih punya kepedulian soal sampah," tuturnya.
Sementara itu, Educator Upper Class SD Tumbuh 2 yang juga PIC Planeto Musical Concert Munirotul Hidayah menambahkan, Planeto Musical Concert sendiri menceritakan kehidupan Suku Daun, yang terancam oleh sampah.
"Para siswa nanti akan cerita soal monster sampah yang menguasai dan menghancurkan kehidupan mereka di Planeto," jelasnya.
Dari segi persiapan, diakuinya seluruh siswa antusias untuk bisa tampil. Sejauh ini, persiapan yang dilakukan kurang lebih sudah sekitar 75 persen.
"Kami masih terus latihan, utamanya soal koreografi yang akan dibawakan," paparnya.
"Selain itu juga sedang mematangkan lagunya, karena lagunya banyak. Siswa kelas 1 dan 2 perlu latihan dan menghafal lebih ekstra," imbuhnya.
Baik Munir maupun Andri berharap, bahwa konser tersebut nantinya akan berdampak positif tidak saja bagi para siswa yang tampil, namun juga para audiens.
"Selain orangtua siswa dan undangan, kami juga membuka tiket untuk umum," tandasnya.
Editor : Bahana.