Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengamat UNY Kritisi Presentase 20 Persen APBN untuk Pendidikan

Gunawan RaJa • Sabtu, 30 November 2024 | 10:30 WIB
Ilustrasi pendidikan vokasi.
Ilustrasi pendidikan vokasi.

 

SLEMAN - Anggaran pendidikan di Indonesia, meskipun telah mencapai 20 persen dari total APBN, masih dianggap belum efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini menjadi sorotan para akademisi salah satunya Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Halili Hasan.

Dia mengatakan sebagian besar anggaran pendidikan tersebut bukan untuk penguatan fungsi-fungsi pendidikan yang mendasar. “Sebagian besar anggaran pendidikan kita memang masuk dalam persentase 20 persen, tetapi kenyataannya, anggaran tersebut lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai," kata Halili Hasan pada Jumat (29/11).

Padahal, fungsi pendidikan utama seperti pembangunan fasilitas dan pengadaan teknologi di sekolah-sekolah masih sangat membutuhkan perhatian. Anggaran pendidikan yang diperoleh kementerian pendidikan dinilai tidak cukup menutupi kebutuhan infrastruktur pendidikan. "Selain itu, alokasi dana untuk sekolah kedinasan yang dikelola oleh kementerian lain juga turut dihitung sebagai anggaran pendidikan," ujarnya.

Baca Juga: CSR Epson Indonesia Tak Hanya Berikan Printer dan Proyektor, di Jogja Gelar Donor Darah 

Halili menganggap ini sebagai permasalahan, karena seharusnya dana sekolah kedinasan termasuk dalam anggaran masing-masing kementerian. Bukan sebagai bagian dari alokasi pendidikan secara keseluruhan. “Misalnya, kementerian keuangan yang menyelenggarakan sekolah kedinasan, mestinya anggarannya masuk ke kementerian itu sendiri, bukan dihitung sebagai bagian dari anggaran pendidikan,” jelasnya.

Supaya penggunaan anggaran pendidikan efektif, Halili mengusulkan agar lebih banyak dana dialokasikan untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Seperti laboratorium, teknologi digital, dan infrastruktur pendukung lainnya. Menurutnya, ini penting agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju dalam hal kualitas pendidikan.“Jika kita ingin pendidikan maju, maka harus mengoptimalkan anggaran pendidikan demi penguatan fasilitas pendidikan, bukan belanja pegawai," tegasnya.

Menurutnya langkah demikian penting agar pendidikan di Indonesia bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global.

Ketidakseimbangan alokasi anggaran masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. "Membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah agar dapat bersaing di kancah internasional," ucapnya. (gun/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#pendidikan 20 persen #UNY #APBN #Halili Hasan #Anggaran